Padang Pariaman, Prokabar – Sudah sejak Ramadhan lalu, jembatan penghubung Jorong Sungai Pingai, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, menuju Pusat Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman mengalami terban dan terancam terputus.
“Jalan ini sudah sejak Juni 2018 mengalami terban. Dengan segenap upaya kami pemuda di sini, berusaha memperbaikinya kembali. Namun ini hanya sementara,” kata Yondrianto, pemuda setempat kepada Prokabar.com.
Jembatan ini roboh diakibatkan air bah aliran sungai lanjutnya. “Air sungai waktu itu cukup deras dan membuat pondasi jembatan retah hingga terban. Meski sudah berupaya disampaikan ke pihak nagari, namun hingga saat ini belum ada respon positif dari Pemerintah Daerah,” tuturnya.
Ambris, warga yang kebetulan melintas juga menyebutkan jalan tersebut merupakan akses satu-satunya masyarakat Sungai Pingai membawa hasil pertaniannya ke Pasar Tradisional yanga ada di Aur Malintang, Sungai Geringging dan Sungai Limau. “Pelajar di Sungai Pingai ini sekolah ke Aur Malintang. Bahkan anak-anak dari perbatasan Agam juga sekolah ke Aur Malintang,” Terang Ambris.
Kami sangat berharap jembatan ini segera diperbaiki sebelum ada korban pula nanti lanjutnya. “Karena kondisi jembatan ini, sudah sangat parah untuk dilalui. Bahkan pihak kepolisian sudah memasang polise line sebagai tanda peringatan,” tutup warga Sungai Pingai tersebut. (rud)
















