Daerah

Jembatan Tanjung Ambacang Lintau Buo Amblas

Tanah Datar, Prokabar — Sebuah Jembatan di jorong tanjuang ambacang, Nagari Balai Tangah, Kecamatan Lintau Buo amblas, Rabu (9/10). Diduga, amblasnya jembatan tersebut terjadi karena adanya pengikisan dinding sungai, dan alhasil pondasi jembatan tak lagi mampu menahan beban jembatan.

Selain itu,hujan deras yang melanda wilayah Tanah Datar sejak rabu dini hari, juga membuat debit air parit atau sungai kecil itu meningkat.

Selain menghubungkan antar nagari, jembatan amblas itu juga merupakan jalur utama bagi warga dan pengguna jalan lain, terutama saat hari pasar di Jorong Kota, Nagari Balai Tangah.

Sekretaris Nagari Balai Tangah Hendra saat dihubungi prokabar.com mengatakan, jika jembatan tersebut memang tidak dalam kondulisi layak. Sekitar tahun 2017/ 2018 jembatan sempat mendapatkan perbaikan secara swadaya oleh warga, karena berlobang.

“Dulu juga sudah berlobang, lalu masyarakat berinisiatif memperbaiki. Sudah dilaporkan juga dulu, tidak ada (tanggapan), tiba-tiba ada juga kegiatan dilaksanakan disitu, diperbaiki lah jembatan itu, entah 2017 atau 2018,” ujar sekretaris Nagari Hendra.

Lebih lanjut ia menambahkan, beberapa waktu lalu, warga jorong tanjung ambacang juga melaporkan jika kondisi jembatan kian memprihatinkan, dimana kondisi jembatan mulai terlihat retak.

Belum sempat diperbaiki, saat hujan deras yang mengguyur pada rabu dini hari, jembatan tersebut malah lebih dulu amblas.

Sementara itu, Kepala Jorong Tanjung Ambacang Firman mengatakan jika jembatan tersebut merupakan akses utama warga untuk menuju ke pusat Nagari dan Kecamatan. Amblasnya jembatan tersebut, membuat warga  harus mencari jalan alternatif atau memutar sekitar 500 meter dari jalan biasa yang mereka lewati untuk menuju pusat Kecamatan.

“Selain warga, yang vitalnya, akses bagi pedagang, seperti pedagang ikan, sayur mayur dan lainnya. Biasanya, mereka memarkirkan kendaraanny dan bongkar muat barang harus melewati jembatan itu, kemudian baru dengan gerobak didorong ke pasar Balai Tangah,” ucap Firman.

Kepala jorong membenarkan jika ia telah melaporkan kondisi jembatan ke pihak Nagari yang retak dan berlobang sebesar ember. Namun ia mengaku tidak tahu tindakan lebih lanjut dari laporan yang telah ia sampaikan tersebut.

“Saya sudah melaporkanya ke nagari, nagari sudah dokumentasikan, cuma laporannya sudah naik ke atas atau belum, entah bagaimana saya tidak tahu. Cuma sebagai kepala jorong saya sudah menyampaikan informasi (kondisi jembatan), sudah 20 hari yang lalu lah,” ujar Firman.

Mewakili warga, Firman  berharap pemerintah daerah secepatnya memperbaiki atau mengganti jembatan yang amblas tersebut dengan jembatan yang baru. (eym)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top