Padang, Prokabar – Bulan suci Ramadhan menjadi bulan yang paling di tunggu-tunggu umat muslim, dimana setiap ibadah amalannya dilipat gandakan Allah SWT. Sholat Tarawih menjadi pilihan umat muslim yang paling ditunggu karena hanya ada di bulan Ramadhan.
Salah satu kelengkapan yang dipakai umat muslim untuk pelaksanaan Tarawih tersebut adalah sajadah dan mukenah. Mengambil momentum Ramadhan tersebut juga berkah bagi para pedagang sajadah dan mukenah.
Salah satunya adalah sajadah dan mukenah bermotifkan batik yang dihasilkan oleh Canting Buana Kreatif yang ada di Kota Padang Panjang. Empat hari jelang masuknya bulan Ramadhan, jual beli sajadah dan mukenah tersebut mulai meningkat dari bulan-bulan sebelumnya.
Nanik, salah seorang pembeli perlengkapan sholat ini mengaku baru mengkoleksi sajadah dan mukenah bermotifkan batik, sebelumnya koleksi batiknya berupa bahan baju.
Nanik akui, mukenah dan sajadah batik yang dihasilkan cukup menarik, karena selama ini sajadah hanya gambar yang monoton, namun dengan mukenah yang bermotif ini memberikan kesan yang agak berbeda dari jemaah lainnya.
Nanik juga akui, untuk harga, cukup terjangkau, kwalitas dan dasar kainya pun cukup nyaman dikenakan da dibawa saat sujud. Nanik juga mengajak para umat muslim lainya untuk mengoleksi sajadah dan mukenah bercorak batik tersebut.
Sementara itu Widdyanti, CEO Canting Buana Kreatif mengaku, minat masyarakat untuk mencari sajadah jenis batik cukup meningkatkan jelang bulan suci Ramadhan, tak kurang 50 lembar sajadah dan mukenah habis terjual setiap harinya.
Bicara harga, untuk sajadah yang berukuran 70 x 120 cm di bandrol 120 ribu rupiah, sementara untuk mukenah 500 ribu rupiah.
Widdyanti yang juga merupakan satu-satunya asesor batik yang ada di Sumatera Barat ini memprediksi jumlah pemesanan sajadah dan mukenah akan teruskan meningkat seiring masuknya bulan suci ramadhan.
Canting Buana Kreatif merupakan rumah batik yang berlokasi di Jalan Sutan Syahrir Gang Manunggal RT 10 No 69 Kelurahan Silaing Bawah Kota Padang Panjang.
Rumah batik ini sudah ada sejak tahun 17 tahun yang lalu, dimana yang mengoleksi batik canting buana ini mulai dari menteri pertahanan RI Prabowo Subianto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, Pengamat Hukum Tata Negara Refly Harun hingga Dai kondang Ustad Abdul Somad. (vky)
















