Jelang Natal dan Tahun Baru, Begini Stok Pangan Asal Ternak

Penulis -

Kamis, 31 Oktober 2019 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Dua bulan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yakni Natal 2019 dan juga tahun baru 2020, Kementan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) memastikan bahwa stok pangan asal hewan yang terdiri dari daging ayam dan telur ayam ras serta daging sapi, dalam kondisi aman.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita menjelaskan berdasarkan laporan realisasi produksi secara online dari para pelaku usaha perunggasan periode Januari-Oktober 2019, potensi produksi November-Desember 2019, serta data konsumsi daging ayam ras sesuai hasil Survei Bapok (Bahan Pokok) BPS 2017 sebesar 12,13 kg/kapita/tahun, maka dapat diperkirakan bahwa kebutuhan daging ayam tahun 2019 adalah sebesar 3.251.745 Ton, sedangkan ketersediaan daging ayam adalah 3.526.991 Ton.

Dalam tahun 2019 ini diperkirakan terdapat surplus produksi daging ayam sebesar 275.246 Ton, atau rata-rata surplus sebesar 22,937 Ton/bulan. “Surplus ini merupakan potensi yang bisa dikelola lebih lanjut menjadi sumber devisa melalui ekspor ataupun diolah menjadi produk olahan untuk menambah nilai jualnya,”ucap Ketut dalam keterangannya tertulisnya, Kamis (31/10).

Terkait kondisi stok telur ayam ras, Ketut menjelaskan bahwa berdasarkan hasil kajian Tim Analisa dan Asistensi Supply-Demand Ditjen PKH tahun 2019 serta data konsumsi telur sesuai dengan hasil survei Bapok BPS 2017 sebesar 17,69 kg/kapita/tahun, diperkirakan ketersediaan telur ayam ras di Indonesia sebesar 4.753.382 Ton, dan angka kebutuhan sebessar 4.742.240 Ton. Hal ini berarti masih ada neraca surplus sebesar 11.143 Ton atau 929 Ton per bulan.

“Ini salah satu contoh lain, dimana surplus telur ini seharusnya kita kelola untuk meningkatkan nilai tambah melalui pengembangan industri olahan telur dalam negeri,”ungkapnya.

Berdasarkan perhitungan kebutuhan dan ketersediaan untuk daging sapi, pada tahun 2019 ini kebutuhan nasional untuk daging sapi diperkirakan sekitar 686.271 Ton dengan asumsi konsumsi sebesar 2,56 kg/kapita/tahun.

Adapun ketersediaan daging sapi berdasarkan produksi dalam negeri sebesar 404.590 Ton yang dihasilkan dari 2.25 juta ekor sapi yang dipotong. Berdasarkan data tersebut, masih diperlukan tambahan sebanyak 281.681 Ton yang dipenuhi melalui impor daging sapi (92 ribu Ton), daging kerbau (100 ribu Ton), dan sapi bakalan (500 ribu ekor setara 99.980 Ton daging).

Secara khusus, Ketut menjelaskan bahwa untuk bulan Oktober-Desember 2019 diperkirakan kebutuhan daging sapi sebesar  168.870 Ton, sedangkan ketersediaan daging sapi lokal sebesar 99.558 Ton. Stok sisa akan dipenuhi dari stok sapi bakalan di feedlotter per 28 oktober 2019 sebanyak 216.544 ekor, stok daging sapi impor, stok daging kerbau impor, dan stok jeroan dengan total keseluruhan sebanyak 77.060,51 Ton. Hal ini berarti pada bulan Oktober-Desember 2019, terdapat surplus persediaan daging sebesar 7.748,51 Ton. “Dengan data tersebut, saya yakin sampai akhir tahun 2019 ini, stok daging sapi kita mencukupi,” tegas Ketut.

Menurut Ketut, secara umum, Indonesia sudah mandiri dalam penyediaan protein hewani dalam negeri, dimana untuk kebututuhan daging ayam dan telur ayam ras sepenuhnya merupakan produksi dalam negeri, bahkan masih ada surplus.

Namun demikian, khusus untuk daging sapi, ketersediaannya masih memerlukan dukungan impor. Ketut meyakini bahwa dengan program pengembangan sapi yang dikerjakan pemerintah saat ini, swasembada daging sapi dapat tercapai pada tahun 2026.

“Kami harapkan dengan ketersediaan stok pangan asal hewan yang cukup ini, harga semestinya tetap stabil sampai akhir tahun nanti, dan konsumen bisa tenang,” pungkasnya. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini 5 Laptop ASUS Zenbook Yang Enak Dipakai Kerja Ngebut

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB