Penulis: Rizal Marajo
Padang, prokabar – Setelah meraih puncak prestasi di PON XI 1985, reputasi Sumatra Barat kembali dipertaruhkan pada PON XII-1989 di Jakarta, 18-28 Oktober 1989. Agenda utama tentu saja mempertahankan hasil bagus PON sebelumnya.
Mempertahankan lebih sulit daripada merebut, mungkin istilah itu berlaku bagi kontingen Sumbar. Usaha keras mempertahankan peringkat 7 di PON 1985, tak terwujud, karena Tuah Sakato melorot ke peringkat 10 perolehan medali>
Sumbar melakukan persiapan jauh-jauhhari. Untuk menuju PON XII, atlet-atlet melakukan TC di gedung SPG II Kompleks Gedung Wanita.
Pada akhirnya pada PON 1989, Sumbar mampu meraih 12 medali emas, 12 medali perak, dan 12 medali perunggu. Namun, statistik medali nan cantik itu jauh menurun dari PON 1985 yang mampu mengantongi 19 emas, 14 perak dan 15 perunggu.
Angkat berat dan gulat masih jadi andalan Sumbar di PON kali ini. Nanda Talambanua di partispasi keduanya di PON, masih mampu menyumbang dua medali emas di kelas 56 kg. Jumlah yang sama disumbangkan Thio Hok Seng yang turun di kelas 52 kg. Ditambah satu meas dari Dendy Chan, Sumbar mengantongi Lima emas dari angkat berat.
Gulat juga mencatat sejarah atas nama Afrizal Rusli, karena pegulat Sumbar dari kelas 52 kg berhasil meraih 3 medali emas. Ditambah satu emas dari Rusdi Jambak di kelas 68 kg.
Namun, di PON XII 1989 ini poula, dua atlet putri Sumbar berhasil mencuri perhatian. Pertama adalah Nurhayati, pebalap sepeda yang dalam debut PON-nya lkangsung menyumbang dua medali emas untuk Tuah Sakato.
Selanjutnya adalah Nini Patriona, berhasil meraih medali emas di cabang atletik nomor lompat tinggi putri. Ini menjadi titik awal gemilang karir Nini, yang bebebrapa tahun bertahan menjadi pelompat tinggi putri terbaik Indonesia, dan mewakili Indonesia di berbagai ajang ionternasional.
Bahkan Nini termasuk pemegang rekor nasional lompat tinggi terlama, yaitu 25 tahun. Catatan 1,77 meter yang dicatatnya di Singapura Open 1988, baru dipecahkan tahun 2013 oleh atlet lompat tinggi DKI Jakarta Nadia Anggraini, dengan catatan 1,79 meter, hanya unggul 2 cm dari rekor Nini.
Klasemen Akhir Perolehan Medali PON XII 1989 Jakarta
01. DKI Jakarta 107 89 79
02. Jawa Timur 74 82 79
03. Jawa Barat 51 43 65
04. Jawa Tengah 31 57 65
05. Lampung 24 19 22
06. Irian Jaya 23 23 16
07. Jambi 19 17 16
08. Sulawesi Selatan 18 22 30
09. Kalimantan Tengah 13 5 4
10. SUMATERA BARAT 12 12 12
11. Bali 11 8 13
12. Sumatera Utara 10 11 20
13. Sulawesi Utara 8 2 5
14. Sulawesi Tenggara 8 2 5
15. D. I Aceh 7 2 9
16. Kalimantan Timur 6 5 4
17. Kalimantan Selatan 5 7 11
18. D. I Yogyakarta 4 10 7
19. Sumatera Selatan 4 9 11
20. Riau 4 5 11
21. NTB 3 3 2
22. NTT 3 2 3
23. Bengkulu 2 7 12
24. Maluku 2 1 7
25. Sulawesi Tengah 2 1 7
26. Timor Timur 2 1 2
27. Kalimantan Barat 1 4 7
Peraih Medali Sumbar PON XII Jakarta 1989
01. Nurhayati: Balap sepeda 2 – 1 – 0
02. Thio Hok Seng: Angkat berat: 2 – 0 – 0
03. Nanda Talambanua: Angkat berat: 2 – 0 – 0
04. Dendy Chan: Angkat berat: 1 – 0 – 0
05. Thomas Gomez: Angkat berat: 0 – 1 – 0
06. Deriswan Angkat berat 0 – 2 – 1
07. Suluhmi Harefa: Angkat berat: 0 – 0 – 2
08. Noviral: Angkat berat: 0 – 0 – 1
09. Afrizal Rusli: Gulat: 3 – 0 – 1
10. Rusdi Jambak: Gulat: 1 – 1 – 0
11. Aidil: Gulat: 0 – 1 – 0
12. Aubdani: Gulat: 0 – 1 – 0
13. Rudi Chandra: Layar: 0 – 1 – 0
14. Surya Neli: Pencak silat: 0 – 1 – 0
15. Nini Patriona: Lompat tinggi: 1 – 0 – 0
16. Ramon Berlin: Taekwondo: 0 – 0 – 1
17. Dali Amran: Panahan: 0 – 0 – 1
18. Yenovita: Layar: 0 – 0 – 1
19. Yoyong Kamshari: Kempo: 0 – 0 – 1
20. A. Nuri/Ria Darman: Kempo: 0 – 0 – 1
21. Yoyong/A. Nuri/Edri/HeriYulindo/H. Hanibal: Kempo: 0 – 1 – 0
22. Zulfayanti/Gusli Raviani/SilviSiti/Ria/Darman: Kempo: 0 – 0 – 1
23. Burhendra/Andre/HeriArian/Edri: Kempo: 0 – 1 – 0
24. Polo Air Putra: 0 – 0 – 1
Jumlah: 12 – 12 – 12
















