Padang, prokabar – Setelah kontingen besar berkekuatan 350 orang hanya mampu meraih satu medali perunggu di PON VII 1969 di Surabaya, Sumbar kembali turun di PON VIII 1973 di Jakarta. Inilah kali pertama, Sumbar memakai bendera dan logo kebanggaan daerah, Tuah Sakato!
PON sebelumnya, Sumbar belum memakai Tuah Sakato, karena Lambang kebanggaan Sumatra Barat baru “launching” tahun pada 1971. Logo itu adalah hasil rancangan doktor dan guru besar seni rupa Ibenzani Usman.
Gagasan menampilkan atap gonjong dipengaruhi oleh berdirinya gedung Kantor Gubernur Sumatra Barat. Penggunaan identitas Minangkabau pada lambang ini dianggap sebagai bentuk pertahanan jati diri dan perlawanan terhadap tekanan pemerintah pusat setelah kota-kota di Sumatra Barat dibombardir sewaktu gejolak Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).
Gagah, panji-panji Tuah Sakato berkibar pada PON VIII 1973 ditengah pelaksanaan PON VIII di ibukota Jakarta. Jakarta sebelumnya pernah menjadi tuan rumah pada PON II tahun 1951.
Kontingen Sumbar masih dipimpin Ketua KONI Sumbar, sekaligus gubernur, Harun Zein. Sosok yang selalu menggelorakan semangat dan kebanggaaan pada Ranah Minang, termasuk di pentas olahraga nasional.
Seperti dikutip dari buku Manajemen Olahraga: Aplikasinya dalam Pembinaan Prestasi Olahraga Sumbar, yang ditulis Profesor Syahrial Bakhtiar, seperti pada PON-PON sebelumnya yang diikuti Sumatera Barat, keberangkatan kontingen Provinsi Sumatera Barat ke Jakarta masih melalui laut. Kali ini, Kontingen Sumbar berangkat dengan kapal Le Havre
Habeto.
Sebelum berangkat menuju Jakarta kontingen Sumbar sudah diinapkan (TC) di komando pendidikan dan latihan Dodiklat Secata B Kodam III 17 Agustus (Sekarang Batalyon 133). Pembukaan PON VIII dipusatkan di Gelora Bung Karno dibuka secara resmi oleh Presiden Soeharto. Kontingen Sumbar diinapkan di Wisma Krida, Jakarta.
Dengan jumlah atlet tidak lagi sebanyak PON-PON sebelumnya, karena sudah ada babak kualifikasi atau Pra-PON, hanya atlet yang lolos pada kualifikasi PON yang dapat mengikuti PON.
PON VIII 1973 Jakarta merupakan PON ketiga kalinya Sumbar setelah provinsi ini berdiri sendiri dan lepas dari Sumatera Tengah tahun 1957. Pada PON ini Sumbar mampu menaikkan rangkingnya ke urutan 16, dengan capaian 1 medali emas, 3 medali perak, dan 3 medali perunggu.
Cabor panahan masih menjadi primadona Sumatera Barat. Dari cabang olahraga “Robin Hood” ini, Syafril Pedos dan Nurza menyumbangkan 1 emas dan 1 perak.
Sementara Alimin Pohan menyumbangkan 1 perak dari gulat, dan Jonson menyumbangkan 1 perak dari pencak silat. Tiga medali perunggu diraih oleh masing- masingnya Alimin Pohan dari panahan, Mursyidah Arifin (panahan), dan Edy Sutiono (angkat besi).
Hasil Perolehan Medali Sumbar PON VIII 1973
Emas
Syafril Pedos: Panahan: 40 Meter Perpani
Perak:
Alimin Pohan: Gulat: Gaya Bebas
Nuzra: Panahan
Jonson: Pencaksilat
Perunggu
Alimin Pohan: Gulat: Gaya Greco Romawi
Mursyidah Arifin: Panahan
Edy Sutiono: Angkat Besi
Daftar perolehan medali PON VIII 1973 Jakarta
01. DKI Jakarta 139 127 63
02. Jawa Timur 58 58 46
03. Jawa Barat 46 55 56
04. Sumatera Utara 21 11 22
05. Jawa Tengah 13 31 49
06. Sulawesi Selatan 6 12 19
07. Kalimantan Selatan 6 1 2
08. Kalimantan Timur 4 1 8
09. Yogyakarta 3 2 6
10. Lampung 3 1 3
11. Maluku 2 5 2
12. Bali 2 2 6
13. Aceh 2 1 6
14. Nusa Tenggara Timur 2 1 2
15. Irian Jaya 1 4 7
16. Sumatera Barat 1 3 3
17. Sulawesi Tenggara 1 1 2
18. Kalimantan Barat 1 – –
19 Sumatera Selatan – 4 3
20. Kalimantan Tengah – 2 1
21. Sulawesi Utara – 1 2
22. Nusa Tenggara Barat – – 3
23. Sulawesi Tengah – – 1
24. Bengkulu – – –
25. Riau – – –
26 Jambi – – –
Sumber: Dari berbagai sumber
















