Padang, Prokabar – Hari ini, Sabtu 30 November 2019, klub Semen Padang FC genap berusia 39 tahun. Usia yang tergolong muda, jika dibanding klub-klub eks Perserikatan yang sudah ada sejak pra Kemerdekaan.
Namun, eksistensi selama 39 tahun bagi klub eks galatama adalah sesuatu hal yang spesial. Tak banyak klub eks galatama yang bisa bertahan dalam kurun waktu tersebut.
Semen Padang FC, adalah klub profesional pertama yang dimiliki Ranah Minang. Klub berjuluk “Kabau Sirah”ini sudah kenyang pengalaman berkompetisi di jagat sepakbola Indonesia. Berbagai dinamika sudah dilewati tim ini.
Manis dan pahit, suka dan duka, jatuh bangun, jumpalitan menghadang kompetisi setiap musimnya, sudah dijalani klub ini. 39 tahun menjaga sepakbola marwah sepakbola Ranah Minang di blantika sepakbola nasional, adalah sumbangsih luar biasa Semen Padang FC.
Tahun ini, bertepatan dengan moment usia 39 tahun, usia yang kalau diibaratkan “Tuo alun, mudo talampau”, Semen Padang berada dalam posisi sulit dalam kiprahnya di kompetisi kasta tertinggi, Liga 1.
Ancaman degrdasi sedang mengancam di depan mata, yang membuat para fans klub dan masyarakat minang pecandu sepakbola dibuat galau dan khawatir. Hanya menyisakan lima pertandingan, Semen Padang masih di dasar klasemen. Siapa yang tidak cemas?
Tidak banyak harapan publik kepada tim ini, cuma satu hal saja, Selamat dari degradasi dan tetap eksis di Liga 1. Publik tak meminta juara atau menuntut satu posisi papan atas di akhir musim. Tidak, sama sekali tidak.
Tetap kuat, dan tetap berjuang sampai akhir.
Selamat Ulang Tahun, Kabau Sirah.(mht)
















