Pasaman, Prokabar — Perekonomian masyarakat di Mapattunggul Selatan mulai membaik. Sejak mulai dikerjakannya proses pengerasan jalan untuk pengaspalan, harga hasil perkebunan masyarakat mulai naik.
Misalnya harga manggis, sebelum mulai proses pengerasan jalan, harga jual ke agen berkisar Rp4000 per kilo, kini menjadi Rp12 ribu per kilo. Belum lagi durian yang juga memgalami kenaikan dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu untuk ukuran besar buah yang sama.
“Hasil kebun semuanya naik, Pak. Alhamdulillah, ini pengaruh mulai baiknya akses transportasi ke kampung kami,” kata Karno, salah seorang warga setempat, Senin (10/3).
Di sisi lain, anggaran Rp7,6 Miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat bakal dikucurkan untuk pembangunan jalan yang menjadi jantung ekonomi masyarakat setempat.
“Insyallah tahun ini dibangun. Mudah-mudahan proses tendernya lancar,” kata Anggota Komisi IV DPRD Sumbar Fraksi Partai Demokrat, Sabar AS, baru-baru ini.
Diakui Sabar, paket pekerjaan ini sudah tayang di Sistim Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP).
“Ini jadi prioritas utama kita bersama Dinas PU usai turun ke lokasi akhir Tahun 2018 lalu. Saya di Komisi IV sudah berkali-kali ke Dinas PU untuk memastikan pembangunan jalan Mapattunggul Selatan itu bisa dikerjakan oleh pihak rekanan awal Tahun 2019 ini,” tegas Sabar.
Menurut Sabar AS, rincian pagu anggaran itu dibagi tiga kategori yaitu paket perencanaan DED Rp800 juta, pengerjaan fisik Rp6,5 Milyar dan pengawasan Rp391,6 juta.
“Pembangunan jalan itu nantinya dimulai dari jalan Kampung Koto Panjang, Nagari Lansek Kadok, Rao Selatan hingga Nagari Silayang, Kecamatan Mapattunggul Selatan. Pengerjaannya nanti akan dibagi beberapa segmen disejumlah titik terparah, termasuk titik Puncak Kimin yang terparah saat ini akan dibangun sepanjang 400 meter dengan aspal beton,” tukas Sabar. (Ola)
















