Jakarta, Prokabar – Mau rasakan sensasi film dengan nuansa kesaktian pancasila? Anda harus menonton film Lima.
Ya, Film yang dibintangi oleh Prisia Nasution, Yoga Pratama, Tri Yudiman, Baskara Mahendra, dan Dewi Pakis tayang serentak di bioskop Tanah Air 1 Juni 2018. Pas, ketika momen kesaktian pancasila.
Tak hanya judulnya saja, semua hal di film ini beradaptasi dengan lima. Termasuk lima sutradara berkarakter, yaitu Lola Amaria, Shalahuddin Siregar, Tika Pramesti, Adriyanto Dewo, dan Harvan Agustriansyah. Kelimanya berhasil menggarap film ‘Lima’ dengan kolaborasi yang ciamik.


Film produksi Lola Amaria Production ini menyuguhkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kelima sila dasar negara Indonesia, Pancasila.
Kerja sama kelima sutradara ini akan menjadikan film tersebut memiliki lima cerita yang berbeda, mewakili masing-masing sila, namun tetap dalam satu benang merah atau plot cerita.
“Ini kita bilang Pancasila ya dari sila satu sampai lima, ini nggak putus di satu film, ini utuh,” ujar Lola Amaria kepada Prokabar.com saat jumpa pers di XXI Epycentrum, Kamis (31/5) kemarin.
Sutradara serta aktris yang memulai debut film layar lebar berjudul ‘Tabir’ pada tahun 2000 ini memilih empat sutradara lain berdasarkan pertimbangan khusus. Lola mendaulat sutradara yang memiliki latar belakang berbeda-beda.

Seperti Shalahuddin Siregar yang dikenal sebagai sutradara film dokumenter, seperti ‘Negeri di Bawah Kabut’ dan ‘Nokas’. Tika Pramesti yang piawai menggarap video klip.
Lalu ada Harvan Agustriansyah yang kerap meraih sejumlah penghargaan internasional lewat film pendek ‘Pangreh’. Adriyanto Dewo yang membawa Piala Citra FFI sebagai sutradara terbaik untuk film ‘Tabula Rasa’. Serta Lola Amaria yang terkenal sebagai sutradara maupun produser film yang mengangkat tema sosial seperti ‘Negeri Tanpa Telinga’ dan ‘Jingga’.
Cerita yang diusung dalam film ‘Lima’ ini dikemas secara sederhana. Mengisahkan tentang sebuah keluarga yang memiliki tiga orang anak dan satu asisten rumah tangga, yang mewakili sila satu sampai lima.
Alasan Lola Amaria dan empat sutradara lain ingin mengangkat isu Pancasila, karena resah akan banyaknya persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Mulai dari penista agama, sampai kebhinekaan juga keadilan.

“Pancasila itu bukan untuk dihafalkan tapi gimana cara kita untuk menggunakan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Di mana kita harus bisa menerima keberagaman, toleransi, kemusyawarahan. Di mana sekarang banyak orang yang tidak berperikemanusiaan, mencuri belum tentu salah dihakimi masalah,” urai Lola. (ina)
















