Jalan Provinsi di Tanah Datar Butuh Perbaikan

Penulis -

Senin, 29 Maret 2021 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan terban di Tanah Datar yang perlu segera diperbaiki.

Jalan terban di Tanah Datar yang perlu segera diperbaiki.

Tanah Datar, Prokabar – Ruas jalan provinsi di Kabupaten Tanah Datar masih dalam kondisi rusak. Selain berlobang dan bergelombang, di beberapa titik juga terdapat badan jalan yang terban.

Seperti ruas jalan menghubungkan Tanah Datar dengan Kabupaten Sijunjung via Sitangkai. Di Kenagarian Baringin, Lima Kaum tepatnya, terdapat badan jalan yang terban ke Sungai Batang Selo.

Begitu juga di Kenagarian Atar, Padang Ganting. Di Nagari tersebut, juga terdapat satu titik yang terban dan belum mendapatkan sentuhan perbaikan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Kalau yang terban di perbatasan dengan Nagari Taluk itu sudah lama. Belum juga ada perbaikan,” ungkap Wali Nagari, Halyu Pardi saat ditemui di kantornya, Senen (29/3).

Sementara, satu titik jalan rusak yang sempat ditanami pohon pisang oleh warga, sudah ditindaklanjuti pihak terkait. Dimana, jalan rusak tersebut saat ini ditutupi dengan sirtukil yang dipadatkan dengan alat berat.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Kemarin sempat ditanam pisang oleh warga, tapi kini sudah diperbaiki. Tapi masih ada satu titik yang rusak juga, depan SMP,” tambahnya.

Jalan rusak yang butuh perbaikan di Batusangkar.

Ia mengaku, secara administrasi telah menyurati dinas PUPR Kabupaten Tanah Datar agar bisa ditindak lanjuti.

“Sebagai pemerintahan nagari, tentu kami hanya bisa menyurati dan telah dilakukan. Harapan kami, jalan tersebut dapat diperbaiki karena rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas,” harap Wali Nagari.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ketiadaan drainase dan ruas jalan yang dominan berada ditepi tebing, diduga menjadi penyebab rusaknya  ruas jalan penghubung antar kabupaten tersebut. Jika hujan tiba, air mengalir ke badan jalan hingga tergenang.

Selain itu, sebagai jalan alternatif menuju jalan lintas Sumatera, ruas jalan ini juga kerap dilalui oleh kendaraan bertonase besar. Padahal, lebar badan jalan tergolong sempit untuk kendaraan berjenis truk. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB