Padang, Prokabar – Jalan padat karya sepanjang 325 meter dengan lebar 4 meter berikut drainase setengah meter di kanan kiri jalan di Pasa Lalang Kuranji telah tuntas dibuka dan dilakukan pengerasan akhir pekan lalu.
Saat ini kelanjutan jalan membutuhkan sebuah jembatan. Info terkini dari ketua pelaksana Anizar, tindak lanjut berupa rencana pembangunan jalan di seberang jembatan yang menjadi harapan warga untuk kelanjutan jalan padat karya telah berhasil mendapatkan titik terang.
Pasalnya ninik mamak kaum suku chaniago di kampung banda gadang, kampung tangah kelurahan kuranji telah sepakat untuk menghibahkan tanah dengan panjang tak kurang seratus hingga seratus dua puluh lima meter.
Saat ini dalam proses pengurusan atau musyawarah dan mufakat diantara ninik mamak, yang dilanjutkan dengan pengurusan berkas hibah ke kelurahan dan nantinya diteruskan ke Pemerintah Kota.
Jalan padat karya ini telah dikerjakan sepuluh hari, dimana enam puluh enam orang bekerja demi terbukanya akses dari pasa lalang ke kampung tangah, kelurahan kuranji, tepatnya di kampung banda gadang.
“Pengerjaan jalan padat karya berhasil mendapatkan swadaya warga mencapai 1,5 miliar. Ini jika dinilai per meter tanah sebesar 300 juta rupiah. Nilai 1,5 Miliar sudah termasuk didalamnya swadaya lainnya. Semuanya itu merupakan hibah tanah dari kaum suku jambak pasa lalang,” sebut Suardi, Kadisnakerin Kota Padang.
“Dengan tindak lanjut yang telah dilakukan oleh ninik mamak kaum suku chaniago, di kampung banda gadang, kampung tangah, kelurahan kuranji, kami optimis pembangunan jembatan dapat terealisasi tahun ini, atau minimal tahun depan,” sebut Pandeka panggilan akrab Anizar Rajo Intan, ketua pelaksana kegiatan jalan infrastruktur padat karya.
Jalan padat karya di parak bungo, pasa lalang RT 01 RW 07 kelurahan Kuranji ini disebut Widia Apriyanti kabid pentalattas, menjadi bagian dari kegiatan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang agar petani dan umumnya warga sekitar dapat memiliki penghasilan, saat masa pertanian tidak sedang produktif, atau pemberdayaan pengangguran musiman.
Selain tentunya pembukaan jalan berikut pengerasannya ini, dapat memudahkan akses petani mendistribusikan hasil pertaniannya.
Tingginya rasa swadaya masyarakat diapresiasi oleh Ketua DPD LPM Kota Padang Irwan Basir datuk, yang berharap dapat semakin terjaga rasa gotong royong ini kedepannya.
Ini dikarenakan pembukaan jalan tentunya akan meningkatkan akses dan mobilitas warga yang bermuara pada meningkatnya perekonomian masyarakat.
Sebelumnya Walikota Padang Hendri Septa berharap agar masyarakat dapat menahan diri, dan tetap menjaga kearifan lokal, dengan mempertahankan lahan pertanian, baik sawah dan ladang.
“Jika memungkinkan bisa dibuatkan Kampung Agrobisnis di lokasi ini,” sebut Walikota 45 tahun ini.
Lebih lanjut, Hendri Septa juga akan menindaklanjuti kegiatan padat karya ini, dengan membangun jembatan yang akan menghubungkan Parak Bungo, pasa lalang, dengan kampung banda gadang, kampung tangah juga di kelurahan kuranji.
“Rasa terimakasih kami atas nama pemerintah kota padang, atas hibah tanah untuk jalan, yang diberikan oleh warga. Insya Allah kami dari Pemerintah Kota Padang akan menindaklanjutinya berupa betonisasi atau pengaspalan dan juga pembangunan jembatan,” tutup Hendri Septa. (adh)
















