Jalan Malalak – Bukittinggi Belubang, Ini Solusinya

Penulis -

Selasa, 8 Januari 2019 - 21:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malalak, Prokabar – Jalan Alternatif Malalak menuju Bukittinggi kembali didera masalah. Tepatnya di Jorong Bukik Malanca, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, berlubang akibat adanya pengikisan tanah di dasar badan jalan. Akibatnya, jalan tersebut terancam amblas.

Kasubditdikyasa Dirlantas Polda Sumbar, AKBP Sri Wibowo, mengatakan jalan rusak tersebut diketahui Senin malam (7/1), melalui jajarannya Satlantas Polres Bukittinggi. Jalan rusak diduga akibat adanya aliran anak sungai yang melintasi bawah jalan. 

“Kondisinya sudah kita cek. Untuk jalan berlubang Ini sekitar 10 meter. Karena dibawahnya ada kontruksi irigasi air. Diduga tadi malam, airnya cukup deras sehingga menggerus dari pada kontruksi tanah badan jalan tersebut,” terangnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Untuk sementara lanjut AKBP Sri Wibowo, jalan masih bisa dilalui. Namun khusus di lokasi ini hanya bisa satu jalur. “Kami menghimbau kepada pengguna jalan untuk tetap berhati-hati melintasi jalur ini. Dan bila bisa melalui jalur lain seperti Jalur Kayu Tanam atau Solok,” tuturnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Sementara itu, Kabid Bina Marga PUPR Provinsi Sumatra Barat, Didi Rinaldi menerangkan setelah melakukan pengecekan dengan Dirlantas Polda Sumbar, dapat diambil kesimpulan dengan membagi dua tim. Tim pertama membuat desain rencana perbaikan. Sedangkan tim kedua, melakukan persiapan pemasangan jembatan panel.

“Jadi di lokasi itu, akan kita pasang jembatan panel dengan bentang 15 meter. Sehingga, Insya Allah untuk layanan kendaraan kecil masih bisa melewati lokasi,” terangnya.

Pembangunan jembatan sudah dimulai Selasa ini. Dan kita akan cek lagi berapa anggarannya. “Jadi ada plat dan ada aliran air dari bukit dengan volume yang sangat besar. Air tersebut mulai mencari jalan lain hingga menggerus tanah bawah jalan. Membuat kebocoran di bawah pondasi plat,” ungkap Didi.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Untuk saat ini sangat berbahaya dilalui truk atau kendaraan dengan beban 8 ton atau roda enam ke atas. “Jadi untuk sementara truk roda enam atau memiliki beban 8 ton dilarang melalui jalur ini, karena sangat beresiko bila dipaksakan,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB