Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Jalan Malalak – Bukittinggi Belubang, Ini Solusinya

Dibaca : 913

Malalak, Prokabar – Jalan Alternatif Malalak menuju Bukittinggi kembali didera masalah. Tepatnya di Jorong Bukik Malanca, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, berlubang akibat adanya pengikisan tanah di dasar badan jalan. Akibatnya, jalan tersebut terancam amblas.

Kasubditdikyasa Dirlantas Polda Sumbar, AKBP Sri Wibowo, mengatakan jalan rusak tersebut diketahui Senin malam (7/1), melalui jajarannya Satlantas Polres Bukittinggi. Jalan rusak diduga akibat adanya aliran anak sungai yang melintasi bawah jalan. 

“Kondisinya sudah kita cek. Untuk jalan berlubang Ini sekitar 10 meter. Karena dibawahnya ada kontruksi irigasi air. Diduga tadi malam, airnya cukup deras sehingga menggerus dari pada kontruksi tanah badan jalan tersebut,” terangnya.

Untuk sementara lanjut AKBP Sri Wibowo, jalan masih bisa dilalui. Namun khusus di lokasi ini hanya bisa satu jalur. “Kami menghimbau kepada pengguna jalan untuk tetap berhati-hati melintasi jalur ini. Dan bila bisa melalui jalur lain seperti Jalur Kayu Tanam atau Solok,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga PUPR Provinsi Sumatra Barat, Didi Rinaldi menerangkan setelah melakukan pengecekan dengan Dirlantas Polda Sumbar, dapat diambil kesimpulan dengan membagi dua tim. Tim pertama membuat desain rencana perbaikan. Sedangkan tim kedua, melakukan persiapan pemasangan jembatan panel.

“Jadi di lokasi itu, akan kita pasang jembatan panel dengan bentang 15 meter. Sehingga, Insya Allah untuk layanan kendaraan kecil masih bisa melewati lokasi,” terangnya.

Pembangunan jembatan sudah dimulai Selasa ini. Dan kita akan cek lagi berapa anggarannya. “Jadi ada plat dan ada aliran air dari bukit dengan volume yang sangat besar. Air tersebut mulai mencari jalan lain hingga menggerus tanah bawah jalan. Membuat kebocoran di bawah pondasi plat,” ungkap Didi.

Untuk saat ini sangat berbahaya dilalui truk atau kendaraan dengan beban 8 ton atau roda enam ke atas. “Jadi untuk sementara truk roda enam atau memiliki beban 8 ton dilarang melalui jalur ini, karena sangat beresiko bila dipaksakan,” pungkasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top