Jadi Polisi Antiteror, Ario Bayu Rasakan Sensasinya

Penulis -

Sabtu, 7 Juli 2018 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Bagi aktor Ario Bayu berperan sebagai polisi bukan pengalaman pertama disepanjang karirnya. Berpostur tubuh tinggi dan kekar, bentuk tubuh Ario cocok memerankan film aksi.

Seperti film yang akan tayang 19 Juli mendatang, aksi Ario bisa dilihat di film 22 Menit. Film produksi Buttonijo Films ini menceritakan tentang aksi terorisme di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Januari 2016 lalu.

Ario memerankan anggota polisi antiteror bernama AKBP Ardi. “Di film ini saya memerankan seorang anggota polisi unit antiteror bernama Ardi. Dia berpangkat AKBP (Ajun Komisaris Besar Polisi). Dimana dia harus mengendalikan keadaan saat teror terjadi akibat bom di Jalan Thamrin,” terang Ario pada Prokabar.com belum lama ini.

Merasakan sensasi jadi polisi sungguhan

Pria kelahiran 6 Februari 1985 ini mengaku merasakan sensasi lain saat memerankan sosok polisi. Dibanding film sebelumnya, Java Heat dan Kala yang sama-sama memerankan polisi.

“Film ini lebih detail. Pengambilan gambarnya juga di lokasi kejadian yang sama di Jalan Thamrin. Aksi dor-dorannya juga dapet banget, rasanya seperti polisi beneran,” serunya.

Film 22 Menit berlokasi syuting di TKP di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat

Selama satu bulan penuh, Ario ikut bergabung bersama anggota densus 88. Layaknya seorang anggota, Ario ikut latihan fisik dan cara menembak dengan senapan sungguhan.

“Rasanya seperti polisi beneran. Sensasi pegang senapan M4 rasanya gokil. Saya juga ikut tes psikis sebelum memegang senapan. Wah ini bener pengalaman yang luar biasa. Kalau di film sebelumnya kan asal tembak tanpa ada pelatihan,” tambahnya lagi.

Film “22 Menit” karya sutradara Eugene Panji dan Myrna Paramita Pohan ini terinspirasi dari keberanian warga Jakarta dalam menghadapi ledakan bom Thamrin yang terjadi pada bulan Januari 2016.

“Film ini kami buat untuk menggambarkan keberanian dan juga ketahanan bangsa Indonesia dalam menghadapi serangan teroris,” kata Eugene.

Kisah drama yang juga penuh aksi ini dibintangi oleh Ade Firman Hakim, Fanny Fadillah, Ence Bagus, Ardina Rasti, Hana Malasan, Taskya Namya dan aktor kawakan Mathias Muchus. Naskah film ini ditulis oleh Muhammad Husein. (beb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Kisah Penuh Konflik, Para Bintang Wajah Cinta Yang Lain Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan
‘Istiqomah Cinta’ Kian Memikat, Para Pemain Beberkan Hubungan Antar Karakter
Chemistry Kakak-Adik, Oliver dan William Roberts Bikin Asmara Gen Z Makin Seru
“Jejak Duka Diandra”, Sinetron Terbaru SCTV Hadirkan Romansa Kelam Rio Dewanto dan Michelle Ziudith
Kisah Aluna dan Galaxy di Sinetron SCTV “Cinta Sedalam Rindu” Kian Menguras Emosi Pemirsa
Sinetron Baru SCTV “Beri Cinta Waktu” Hadirkan Chemistry Manis Rayn Wijaya, Adhisty Zara, dan Yesaya
Harris Vriza & Febby Rastanty Ceritakan Chemistry di Sinetron SCTV “Cinta di Bawah Tangan”
Pemain Sinetron Cinta Sedalam Rindu SCTV Bagikan Pengalaman Syuting

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:37 WIB

Di Balik Kisah Penuh Konflik, Para Bintang Wajah Cinta Yang Lain Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:11 WIB

‘Istiqomah Cinta’ Kian Memikat, Para Pemain Beberkan Hubungan Antar Karakter

Minggu, 18 Januari 2026 - 13:26 WIB

Chemistry Kakak-Adik, Oliver dan William Roberts Bikin Asmara Gen Z Makin Seru

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:14 WIB

“Jejak Duka Diandra”, Sinetron Terbaru SCTV Hadirkan Romansa Kelam Rio Dewanto dan Michelle Ziudith

Jumat, 12 Desember 2025 - 15:03 WIB

Kisah Aluna dan Galaxy di Sinetron SCTV “Cinta Sedalam Rindu” Kian Menguras Emosi Pemirsa

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB