Padang, prokabar – Semen Padang FC resmi menunjuk Hendri Susilo sebagai pelatih kepala menggantikan Weliansyah yang mengundurkan diri. Namun, manajemen Semen Padang FC tak membebani pelatih 56 tahun itu dengan target tertentu.
Hendri yang langsung bertugas untuk putaran kedua Grup A Liga 2 2021 di Pekanbaru, mengaku tidak dibebani target oleh manejemen.
“Manajemen bilang, mereka tidak membebani saya dengan target. Begitupun dengan saya, tentunya sayaa juga butuh waktu untuk memperbaiki tim ini,”ucapnya, sperti dirilis laman resmi klub, Sabtu siang.
Kendati demikian, bagi pelatih kelahiran Bukittinggi ini kesempatan melatih “Kabau Sirah” adalah mimpi terwujud. Dibalik itu, ia punya tugas berat dalam memperbaiki peforma tim Kabau Sirah untuk bisa kembali ke papan atas klasemen Liga 2.
Hendri Susilo mengatakan dirinya sempat bernegoisasi dengan beberapa klub Liga 1 maupun Liga 2, bahkan hampir deal dengan salah satunya seusai dilepas Persiraja Banda Aceh. Namun akhirnya ia lebih memantapkan hati untuk memilih Semen Padang FC.
“Saya masih negoisasi dengan beberapa tim sebelum Manajemen SPFC menghubungi saya. Bagi saya, tim kampung sendiri pastinya menjadi prioritas,” ujarnya.
“Saya memang memiliki keinginan dan mimpi suatu saat untuk bisa melatih SPFC. Meski kesempatan ini saya rasa terlalu cepat, tapi ini mungkin jalan dari Allah SWT untuk saya segera mengabdi dikampung halaman,”lanjutnya,
Ia menceritakan, saat manajemen Semen Padang menghubungi, ia berbicara banyak mengenai potensi tim termasuk pengembangan pemain dari Rahan Minang sendiri untuk kedepannya.
Ini merupakan kesamaan visi dan misi kita untuk sepakbola Sumbar dan Semen Padang FC berprestasi dengan diisi talenta lokal. Dirinya langsung memantapkan diri untuk menerima pinangan manajemen SPFC.
Bagi dia, Semen Padang FC tidak butuh pemain yang Easy Going. Ia butuh pemain yang bisa bekerja keras demi tim.
“Kita cari benang merah masalahnya dimana, kita selesaikan bersama-sama dan kita memulai dengan satu tujuan yang sama. Begitupun dengan saya, juga butuh waktu untuk memperbaiki tim ini,” ujarnya.
Dalam metode memimpin tim, ia menyebut yang dibutuhkan adalah rasa memiliki, kebersamaan dan kekeluargaan yang kental di tim.
“Ini juga ingin diciptakan di tim SPFC. Saya mau pemain siap bekerja keras, bukan pemain yang “Easy going” ketika siap dikontrak bermain biasa aja,” kata dia.
Pelatih yang memegang Lisensi A AFC tersebut, meminta dukungan kepada seluruh fans dan semua pihak untuk dirinya mampu membawa hasil yang baik bagi SPFC.
“Mohon dukungannya kepada seluruh fans dan seluruh pihak pecinta tim SPFC semoga saya bisa membawa tim kebanggaan kita bersama ini lebih berprestasi,” tuturnya.(*)
















