Isu Eksplorasi Bukit Tambasi, Wahyu : Saya yang Menolak

Penulis -

Senin, 4 November 2019 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Untuk bisa maju sebagai calon Bupati Tanah Datar pada pilkada 2020 mendatang, Wahyu Iramana Putra terus merapatkan diri ke beberapa partai. Setelah Nasdem dan Demokrat, kali ini ia secara langsung mengambil formulir di Partai Gerindra, PPP dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Di Partai Gerindra, kedatangan putra Nagari Batu Basa ini disambut langsung oleh Ketua DPD Gerindra, Edi Arman dan ketua tim penjaringan, Azwar Rabain. Di partai ini, Wahyu Iramana Putra bakal calon kelima yang telah mengambil formulir pendafataran. Sementara, pada Partai Amanat Nasional, ia bakal calon perdana yang mengambil formulir

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Wahyu mengatakan, sebagai warga Tanah Datar, ia sangat berterima kasih kepada seluruh partai yang telah memberikan kesempatan bagi dirinya untuk berkiprah dalam memimpin Tanah Datar. Semangat untuk maju sebagai kepala daerah di Luhak Nan Tuo, tak lain juga datang dari panggilan masyarakat.

“Kita mengapresiasi seluruh partai, karena ia (partai) tidak melihat pada partai, melainkan mencari sosok pemimpin yang tepat. InsyaAllah, dalam waktu dekat saya akan kembalikan formulir ini,” ujar Wahyu usai mengambil formulir pendaftaran bakal calon Bupati Tanah Datar di DPD Partai Amant Nasional.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Sementara itu, menanggapi adanya isu jika dirinya merupakan orang yang menginisiasi eksplorasi tambang di Tigo Koto Padang lua, Wahyu secara tegas membantah hal tersebut dan menganggap itu adalah fitnah. Ia mengaku, jika dirinya lah orang yang pertama menolak adanya eksplorasi tambang di “rumah Bako”-nya itu.

“Saya hanya berpesan kepada tim-tim, mungkin bagi yang sudah ada membentuk tim sukses janganlah melakukan fitnah, ini berbahaya. Ini baru saja saya muncul, sudah muncul fitnah. Urang kampung itu dipatenggangkan, saya hanya ingin mengajak warga Kabupaten Tanah Datar yang ABS SBK, kok kita demikian,” ucap Wahyu.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Wahyu juga menjelaskan, walaupun ada proses tambang di kampung orang tuanya itu, Wahyu meminta masyarakat untuk menanyakan siapa yang mengeluarkan izin pada waktu itu, sementara izin hanya dikeluarkan oleh Bupati.

“Bupatinya siapa waktu itu? Saya yang menolak. Kini kok malah diputarbalikan,” tutup Wahyu. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB