Daerah

Isu Eksplorasi Bukit Tambasi, Wahyu : Saya yang Menolak


“Untuk maju sebagai calon Bupati Tanahdatar, Wahyu Iramana Putra terus merapat ke sejumlah partai.”

Tanah Datar, Prokabar – Untuk bisa maju sebagai calon Bupati Tanah Datar pada pilkada 2020 mendatang, Wahyu Iramana Putra terus merapatkan diri ke beberapa partai. Setelah Nasdem dan Demokrat, kali ini ia secara langsung mengambil formulir di Partai Gerindra, PPP dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Di Partai Gerindra, kedatangan putra Nagari Batu Basa ini disambut langsung oleh Ketua DPD Gerindra, Edi Arman dan ketua tim penjaringan, Azwar Rabain. Di partai ini, Wahyu Iramana Putra bakal calon kelima yang telah mengambil formulir pendafataran. Sementara, pada Partai Amanat Nasional, ia bakal calon perdana yang mengambil formulir

Wahyu mengatakan, sebagai warga Tanah Datar, ia sangat berterima kasih kepada seluruh partai yang telah memberikan kesempatan bagi dirinya untuk berkiprah dalam memimpin Tanah Datar. Semangat untuk maju sebagai kepala daerah di Luhak Nan Tuo, tak lain juga datang dari panggilan masyarakat.

“Kita mengapresiasi seluruh partai, karena ia (partai) tidak melihat pada partai, melainkan mencari sosok pemimpin yang tepat. InsyaAllah, dalam waktu dekat saya akan kembalikan formulir ini,” ujar Wahyu usai mengambil formulir pendaftaran bakal calon Bupati Tanah Datar di DPD Partai Amant Nasional.

Sementara itu, menanggapi adanya isu jika dirinya merupakan orang yang menginisiasi eksplorasi tambang di Tigo Koto Padang lua, Wahyu secara tegas membantah hal tersebut dan menganggap itu adalah fitnah. Ia mengaku, jika dirinya lah orang yang pertama menolak adanya eksplorasi tambang di “rumah Bako”-nya itu.

“Saya hanya berpesan kepada tim-tim, mungkin bagi yang sudah ada membentuk tim sukses janganlah melakukan fitnah, ini berbahaya. Ini baru saja saya muncul, sudah muncul fitnah. Urang kampung itu dipatenggangkan, saya hanya ingin mengajak warga Kabupaten Tanah Datar yang ABS SBK, kok kita demikian,” ucap Wahyu.

Wahyu juga menjelaskan, walaupun ada proses tambang di kampung orang tuanya itu, Wahyu meminta masyarakat untuk menanyakan siapa yang mengeluarkan izin pada waktu itu, sementara izin hanya dikeluarkan oleh Bupati.

“Bupatinya siapa waktu itu? Saya yang menolak. Kini kok malah diputarbalikan,” tutup Wahyu. (eym)

Berani Komen Itu Baik

Tirto.ID
Loading...
To Top