Trending | News | Daerah | Covid-19

Peristiwa

Istano Basa Pagaruyung Ditutup, Pedagang Kecil “Tapakiak”

Dibaca : 820

Tanah Datar, Prokabar – Penutupan seluruh destinasi wisata sesuai edaran Gubernur dan Bupati Tanah Datar, berdampak terhadap perekonomian pedagang di lingkungan objek wisata itu sendiri.

Seperti di Istano Basa Pagaruyung, pedagang kecil yang memang berharap dari kunjungan wisatawan mesti merugi, dan bahkan pendapatan mereka terbilang terjun bebas.

Sri, salah seorang pedagang mengatakan jika sebelum ditutup atau masih dalam suasana libur pendapatannya dalam sehari bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta rupiah. Namun saat ini, untuk mendapatkan Rp200 ribu saja ia rasakan sangat sulit.

“Kemaren itu bisa sampai Rp1,5 juta,” ujar Sri yang sehari-hari berdagang makanan di depan Istano Basa Pagaruyung.

Mewakili rekan rekannya, Sri menyebutkan jika dampak penutupan objek wisata Istano Basa Pagaruyung juga dirasakan juru foto amatir. Dimana mereka juga tidak bisa mencari nafkah.

“Tidak saya saja pak, teman-teman juru foto juga terhenti pendapatannya. Padahal sekarang baru ramai wisatawan, tapi ditutup lagi,” sambungnya.

Ia juga berkisah, penutupan yang seolah mendadak juga dirasakan wisatawan yang datang dari provinsi lain. Menurutnya, banyak wisatawan yang tidak tahu ada penutupan objek wisata, sementara mereka telah sampai di Istano Basa Pagaruyung sejak subuh.

“Ada kemaren dari jakarta, subuh mereka sudah sampai, duduk di warung saya sambil menunggu keluarganya. Sampai jam 1 siang dari subuh. Berapa kerugian mereka. Seharusnya pemerintah kalau ingin menutup, diumumkan seminggu sebelum ditutup, jangan mendadak. Kasihan orang, berapa biaya mereka,” katanya.

Sementara itu, UPT pengelola Istano Basa Pagaruyung mengatakan, dengan ditutupnya Istano Basa selama 4 hari setidaknya Rp240 juta rupiah pemasukan dari pengunjung bisa dikatakan lenyap.

“Kita hitung satu hari itu 4.000 pengunjung, dikali saja tiket masuk Rp15 ribu, itu Rp60 juta rupiah. Tapi ini kan aturan, kita tentu ikut dari aturan,” tutup Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Istano Basa Pagaruyung, Ridwan.

Dari pantauan prokabar.com di Istano Basa Pagaruyung, Sabtu (2/1), masih banyak wisatawan yang datang untuk berwisata tapi sayang mereka hanya bisa menikmati kemegahan Istano dari balik pagar besi.

Pada umumnya, wisatawan yang datang menggunakan kendaraan dengan nomor polisi luar Sumatera Barat seperti BM, BG, BE, B dan bahkan D. (eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top