Maninjau, Prokabar — Masjid Raya Maninjau didatangi Tim Safari Ramadan Provinsi Sumatra Barat, Minggu (19/5). Istimewanya, langsung dipimpin Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno beserta Istri Nevi Irwan Prayitno.
Ketua Komisi Informasi (KI) Sumbar, Adrian Tuswandi dan sejumlah Kepala OPD turut mendampingi beliau. Tidak lupa pula Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria, Camat Tanjung Raya, Handria Asmi dan Kabag Humas Agam Tomi TRD. Kemenag, Forkopimda Agam, Walinagari, Bamus dan Tokoh Masyarakat Maninjau juga sangat antusias ramai mengikuti kunjungan orang nomor satu Sumatra Barat tersebut.
Dalam kesempatan, Gubernur berpesan agar masyarakat Salingka Danau Maninjau lebih menjaga kelestarian alam.
“Alam itu anugrah dan ciptaan Tuhan. Tidak ada yang sia-sia. Bermanfaat semuannya. Untuk lebih bermanfaat harus digunakan dengan akal, sehingga menjadi berkah untuk kita,” kata Gubernur.
Irwan Prayitno melanjutkan dengan mencontohkan seperti Batang Kelapa, tidak ada yang terbuang darinya. Mulai dari buah, daun, lidi, batang, akar dan semuannya termanfaatkan dari seluruh tubuh dan raga Kelapa.
“Danau juga demikian. Dalam memanfaatkan harus seimbang. Tidak boleh merusak. Bila merusak maka alam juga akan merusak kita. Terjadinya longsor dan tubo belerang akibat perbuatan kita,” tuturnya.
Memutus simbisioime alam maka siklus dan keseimbangan akan hilang. Bila membabat hutan tidak seimbang maka akan terjadi longsor. Begitu juga danau, bila keramba melebihi kapasitas, danau akan rusak pula.
“Mari kita jaga danau untuk kehidupan kita. Jangan merusak. Bila ada makanan ikan seperti Pelet bisa diganti dengan pakan ikan alami, akan lebih baik. Bila kita tanyakan lagi kepada petani keramba saat ini, banyak merugi dari pada untungnya. Itu akibat ulah kita sendiri juga,” pungkasnya. (rud)
















