Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Intaian Bencana di Jalur Negara, Kapolres 50 Kota Warning Balai Jalan

Kapolres 50 Kota AKBP Sri Wibowo saat melakukan penanganan banjir di wilayah hukumnya beberapa waktu lalu.
Dibaca : 142

Limapuluh Kota, Prokabar — Jalan negara Sumbar-Riau di Kabupaten Limapuluh Kota, tiap sebentar saja dihantam bencana. Selain longsor dan jalan terban, juga bahaya potensi pohon tumbang. Perlu penanganan serius dari Balai Jalan Nasional Sumbar.

Kepala Kepolisian Resor 50 Kota Ajun Komisaris Besar Sri Wibowo mengingatkan pihak balai jalan, untuk menangani serius beberapa potensi longsor di jalur Sumbar-Riau.

“Dari pemetaan yang kami lakukan,  longsor, tebing ambruk dan jalan terban, sangat besar kemungkinan (terjadi,-red) di ruas Harau hingga Pangkalan Koto Baru. Ada 7 titik paling rawan,” kata Kapolres Sri Wibowo, saat dihubungi wartawan beberapa hari lalu.

Kapolres Sri mengatakan, secara lisan, pihaknya sudah meminta PPK Jalan Nasional Payakumbuh-50 Kota yang wilayah tugasnya berbatas ke Riau, untuk tidak sekedar menangani gali timbun semata saat bencana.

“Tapi besar harapan, setelah penanganan gali timbun itu, ada aksi yang konkrit. Kasihan kita dengan pengendara, dengan masyarakat yang was-was. Sementara di sisi lain, akses jalan ini adalah hulu-hilir pergerakan ekonomi dua Provinsi,” sebut alumnus Akpol 2000 asal Solo, Jawa Tengah itu.

Sejak akhir tahun 2019 hingga awal tahun 2020 ini, kata Sri Wibowo, ada berkali-kali bencana longsor terjadi di akses jalan Sumbar-Riau. “Polri adalah representasi negara. Ini sesuai semangat nawacita Bapak Presiden Jokowi dan program bapak Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz serta arahan Kapolda Sumbar bapak Jenderal (Irjen Pol) Toni,” tegas Kapolres.

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi Polres 50 Kota, setiap tahun ada belasan kali bencana longsor , pohon tumbang dan jalan terban, terjadi di jalur Sumbar-Riau. Penanganan bencana ini, dilakukan secara extra ordinary oleh Polres bersama TNI, Pemkab, serta instansi terkait lainnya.

Berulang Kali

Bencana di jalur Sumbar-Riau terjadi berulang kali. Setiap tahun, terutama di bulan September, Oktober, November dan Desember, begitu curah hujan turun, maka ada-ada saja longsor yang menyumbat badan jalan.

Pemkab Limapuluh Kota, sejauh ini baru all out membantu penanganan dan menangkal potensi bencana alam, dengan menyiapkan alat berat. Itupun, dengan koordinasi Polres 50 Kota.

Sekedar mengingatkan, pada tahun 2016 lalu, Polres 50 Kota yang kala itu dipimpin AKBP Bagus Suropratomo (kini Wadir Reskrimsus Polda Sumut, sudah meluncurkan aplikasi tekhnologi penanganan bencana bernama Conflict and Disaster Monitoring Center (CDMC)

Juluk Anggaran 

Kepala Satuan Kerja Jalan Nasional wilayah I Sumatera Barat, Albert yang dihubungi wartawan tidak menampik, banyaknya potensi bencana di jalur Sumbar-Riau. Pihaknya juga masih berupaya, menjuluk dana dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Diakui Albert, sejak sebulan belakangan, akibat cuaca ekstrim, jalur Sumbar-Riau kerap ketiban longsor. “Lagi diusulkan (anggaran penangkalan bencana,-red). Kita sudah usulkan, lagi berproses. Semoga tembus,” jelas Albert.

Terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota juga menghimbau masyarakat, untuk waspada terhadap bencana susulan. “Kami himbau, waspada dan hati-hati,” sebut Kepala BPBD Jhoni Amir didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik Rahmadinol. (VBM)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top