Opini

Insyaallah 2021 lebih baik. Aamiin…

Dibaca : 280

Oleh: Ridwan Tulus, Tour designer and green tour operator.

Padang, Prokabar — Ketika ke gudang pagi ini menemukan foto saya yang cukup besar yang sudah tertutup debu. Setelah dibersihkan…duh…ternyata sebuah kalendar tua yang mengingatkan lagi cerita lalu dan memberi semangat.

Alhamdulillah, berkat tulisan salah satu wartawan senior Kompas Yurnaldi Paduka Raja yang pernah menulis saya di halaman sosok Kompas 2003 yang bercerita bagaimana saya mempromosikan pariwisata Indonesia dengan cara yang unik yaitu “Jalan Kaki Mengelilingi Pulau Kyusu” di Jepang. Yang akhirnya menjadi liputan media – media di sana.

Dan akhirnya aksi tersebut ditulis dalam buku berbahasa Jepang dengan judul “Kyusu Romance Walking” dan yang lebih luar biasa lagi Japan Walking Association (JWA) memberi kehormatan pada saya untuk membuka event jalan kaki terbesar di dunia yang diadakan di Tokyo tahun 2002. Berkat tulisan Yurnaldi yang berjudul “Ridwan Tulus, wisata jalan kakinya mendunia” akhirnya saya bersama 12 tokoh nasional lainnya yang pernah masuk di SOSOK mendapatkan penghargaan dari Kompas dan bahkan foto saya dijadikan kalendar dan dimunculkan di halaman terakhir kalendar khususnya bulan Desember 2004.

Kalendar tua ini jadi mengingatkan lagi aksi dan julukan yang pernah diberikan pada saya di media – media nasional lainnya. Seperti tulisan Adji Tularji di Bisnis Indonesia yang mengatakan pelopor “Wisata Jalan Kaki” di Indonesia. Hendra Makmur di Media Indonesia tentang Green Tourism dan lainnya.


Memang saya akui Kompas lebih banyak memberi tempat buat saya. Bahkan Ingki Rinaldi menulis tulisan yang cukup panjang tentang saya di Kompas, “Pariwisata bukan Sekedar Bisnis.” Bagaimana saya bercerita tentang hal baru juga di dunia kepariwisataan di Indonesia yaitu Sotopreunership (Social Tourism).

Sebetulnya sebelum pandemik terjadi, saya bersama greentourisminstitute.org bekerjasama dengan STIH – ITB (Institut Teknologi Bandung) dan Fakultas Biologi – UNAND tentang bagaimana membuat sebuah destinasi yang justru bisa menyehatkan. Salah satunya yaitu Forest Healing dan Oceanic Healing program yang saya paparkan ketika diberi kehormatan untuk memberi Kuliah Umum di kampus tersebut. Hanya saja sebelum program dimulai Corona duluan datang. Ondeh!

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top