Insyaallah 2021 lebih baik. Aamiin…

Penulis -

Rabu, 23 Desember 2020 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ridwan Tulus, Tour designer and green tour operator.

Padang, Prokabar — Ketika ke gudang pagi ini menemukan foto saya yang cukup besar yang sudah tertutup debu. Setelah dibersihkan…duh…ternyata sebuah kalendar tua yang mengingatkan lagi cerita lalu dan memberi semangat.

Alhamdulillah, berkat tulisan salah satu wartawan senior Kompas Yurnaldi Paduka Raja yang pernah menulis saya di halaman sosok Kompas 2003 yang bercerita bagaimana saya mempromosikan pariwisata Indonesia dengan cara yang unik yaitu “Jalan Kaki Mengelilingi Pulau Kyusu” di Jepang. Yang akhirnya menjadi liputan media – media di sana.

Dan akhirnya aksi tersebut ditulis dalam buku berbahasa Jepang dengan judul “Kyusu Romance Walking” dan yang lebih luar biasa lagi Japan Walking Association (JWA) memberi kehormatan pada saya untuk membuka event jalan kaki terbesar di dunia yang diadakan di Tokyo tahun 2002. Berkat tulisan Yurnaldi yang berjudul “Ridwan Tulus, wisata jalan kakinya mendunia” akhirnya saya bersama 12 tokoh nasional lainnya yang pernah masuk di SOSOK mendapatkan penghargaan dari Kompas dan bahkan foto saya dijadikan kalendar dan dimunculkan di halaman terakhir kalendar khususnya bulan Desember 2004.

Kalendar tua ini jadi mengingatkan lagi aksi dan julukan yang pernah diberikan pada saya di media – media nasional lainnya. Seperti tulisan Adji Tularji di Bisnis Indonesia yang mengatakan pelopor “Wisata Jalan Kaki” di Indonesia. Hendra Makmur di Media Indonesia tentang Green Tourism dan lainnya.


Memang saya akui Kompas lebih banyak memberi tempat buat saya. Bahkan Ingki Rinaldi menulis tulisan yang cukup panjang tentang saya di Kompas, “Pariwisata bukan Sekedar Bisnis.” Bagaimana saya bercerita tentang hal baru juga di dunia kepariwisataan di Indonesia yaitu Sotopreunership (Social Tourism).

Sebetulnya sebelum pandemik terjadi, saya bersama greentourisminstitute.org bekerjasama dengan STIH – ITB (Institut Teknologi Bandung) dan Fakultas Biologi – UNAND tentang bagaimana membuat sebuah destinasi yang justru bisa menyehatkan. Salah satunya yaitu Forest Healing dan Oceanic Healing program yang saya paparkan ketika diberi kehormatan untuk memberi Kuliah Umum di kampus tersebut. Hanya saja sebelum program dimulai Corona duluan datang. Ondeh!

Kalendar tua ini jadi mengingatkan kembali dan memberi motivasi ; Insyaallah kita bisa! Indonesia is a Green Tourism Destination by greentourisminstitute.org. (**)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi
Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur
IKHLAS itu MUDAH
Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional
Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak
Munajat Cinta di Sepenggal Tanah Surga
Muktamar NU ke-35, Menentukan Arah Khidmah NU dan Masa Depan Umat
Di Tanah Kelahiran, Harapan Kami Menggantung di Ujung Pena Regulasi

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:11 WIB

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi

Selasa, 29 September 2026 - 10:10 WIB

Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur

Minggu, 13 September 2026 - 05:44 WIB

IKHLAS itu MUDAH

Rabu, 2 September 2026 - 13:57 WIB

Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB