Trending | News | Daerah | Covid-19

Lifestyle

Inspiratif! Lewati 46 Tahun, Sacti Club Taekwondo Indonesia Terapkan Metoda Ini

Dibaca : 254

Jakarta, Prokabar — Cabang seni beladiri asal Korea Selatan, Taekwondo sangat digemari masyarakat Indonesia. Mulai dari usia anak-anak, remaja hingga orang dewasa tak ada kata terlambat untuk berlatih.

Semangat inilah yang kemudian ditangkap Sacti Club Taekwondo Indonesia mampu bertahan hingga 46 tahun lamanya. Terbentuk sejak tahun 1974 melalui perjuangan Dewan Guru, Master Sukanda (81), tercatat lebih dari ribuan siswa taekwondoin di seluruh Nusantara.

”Sacti sudah ada di Indonesia khususnya di Jakarta dan Sumatera dari tahun 1974. Dewan Guru kami adalah Master Sukanda yang kini berusia 81 tahun. Hingga saat ini, beliau masih melatih kita, para pemegang sabuk hitam,” sebut pengurus Bintaro Sacti Club, Sabeum-nim Temmy Nasution.

Perjuangan dan perjalanan Sacti diwarnai dengan segala prestasi yang diraih. Bahkan sejak tahun 2018, Sacti bekerjasama dengan BAIS TNI menggelar kejuaraan nasional ‘Sacti Grand Championship’.

Namun rencana di tahun ke tiga (2020), acara kejuaraan nasional ini harus tertunda karena masa pandemi covid-19.

”Sudah menjadi agenda tahunan kami menggelar kejuaraan dengan skala nasional. Tapi yang terjadi tahun ini malah diluar kendali. Mudah-mudahan setelah wabah ini berlalu, kami akan melanjutkan rencana yang tertunda,” tuturnya.

Mengisi rencana yang tertunda, Sacti tak ingin tinggal diam. Kepada masyarakat luas, Sacti ingin menunjukan kegiatan dalam berlatih tak terganggu dengan kondisi pandemi yang meresahkan.

”Justru dengan kita berolahraga teratur dan mengikuti prosedur kesehatan dari pemerintah, imun serta kekebalan tubuh semakin meningkat. Dibanding hanya diam di rumah tanpa kegiatan, justru kurang baik untuk kesehatan,” seru Temmy mengingatkan.

Terbukti dari seratus taekwondoin di dojang (istilah nama tempat) Bintaro, Tangerang Selatan dalam kondisi baik dan menempati daerah zona hijau.

”Alhamdulillah di sini green zone dan anak-anak dalam kondisi sehat. Patuh melaksanakan prosedur kesehatan, saya rasa tidak perlu dikhawatirkan lagi,” ungkapnya.

Subsidi Silang

Keistimewaan dari Sacti Club Taekwondo Indonesia, setiap pengurus cabang memberlakukan metoda subsidi silang bagi taekwondoin yang kurang beruntung.

Dijelaskan Sabem PW Bierlee (pengurus Bintaro Sacti Club), metoda tersebut sangat efektif guna mengundang semangat generasi penerus mencintai Taekwondo.

”Di antara anak-anak di sini ada yang berasal dari keluarga yang tak mampu. Karena keinginannya kuat untuk berlatih, kami terima. Tidak ada batasan siapa yang berhak mengikuti latihan di sini,” jelasnya.

Melihat animo generasi penerus yang berasal dari keluarga prasejahtera, pengurus Bintaro Sacti Club berusaha mencari jalan keluarnya.

”Ada anak-anak yang kurang beruntung ingin latihan tapi nggak punya pakaian dan peralatan, kita persilahkan masuk. Mereka adalah anak tukang bubur, sopir, ojek dan masih banyak lagi. Kita tawarkan kepada orangtua yang diberi kemampuan lebih untuk membantu,” ucap Temmy menambahkan.

”Jangan takut nggak punya baju Taekwondo, kita bisa usahakan. Yang penting semangatnya sungguh-sungguh. Siapa tahu justru dari mereka lah, kita bisa mengantarkannya menjadi atlet nasional,” harapnya mengakhiri perbincangan. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top