Nasional

Inspiratif. Ini Dia Perjalanan Sukses Fashion Designer ”FATIH” Fahmi Hendrawan

Foto Beb - Hasil dari penjualan buku akan di wakafkan untuk Cinta Quran Center

Dibaca : 1.5K

Jakarta, Prokabar – Sukses! Satu kata yang jadi impian semua orang di dunia ini. Untuk menggapainya tentu saja harus melalui perjuangan. Tidak ada kesuksesan yang datang begitu saja, semuanya harus melewati satu proses terlebih dahulu.

Seperti yang dialami seorang fashion designer ternama, Fahmi Hendrawan. Pria asal Garut, Jawa Barat ini namanya dikenal sebagai pemilik brand baju muslim pria bernama Fatih Indonesia. Passion nya di bidang fashion bukanlah menjadi prioritasnya.

”Apa yang kita inginkan belum tentu menjadi kenyataan. Namun apa yang menjadi ketetapan Allah, harus kita jalani dan menjadi suatu berkat bagi orang banyak,” aku Fahmi pada Prokabar.com.

Foto Beb – Fahmi Hendrawan menunjukkan buku Sedekah Inspirasi

Kata-kata itu rupanya mengandung arti bila Fahmi sebelumnya tidak tertarik pada dunia fashion. Ia justru mendambakan menjadi orang yang bergelut di dunia entertainment. Namun proses hidupnya harus dilewati menjadi seorang asisten manager salah satu bank ternama di Jakarta.

”Pengen jadi penyanyi, malah jadi fashion designer. Tapi justru tidak ada pengalaman sebelumnya, malah masuk ke dunia perbankan yang juga bukan satu keinginan saya,” kenang Fahmi mengurai perjalanan karirnya.

Jabatan sebagai asisten manager bank tentu membuat Fahmi berkecukupan. Satu keinginan yang tentunya menjadi dambaan setiap orang. ”Alhamdulillah perekonomian saya bertambah. Apa yang saya mau bisa dibeli dengan uang, tapi tetap saja hati ini kosong. Mungkin karena saya keukeuh ingin di dunia entertain,” akunya.

Hingga satu hari, kegalauan Fahmi berada di puncaknya. Ia memutuskan untuk berhenti dan meninggalkan jabatannya. Ia justru ingin mewujudkan impiannya menjadi seorang pekerja seni.

”Namun setelah saya tinggalkan, saya justru terpuruk. Semua harta yang saya miliki satu persatu hilang. Bahkan tabungan yang saya punya amblas ditipu seseorang dalam usaha investasi. Jumlahnya lumayan banyak empat ratus juta,” kenangnya.

Ditengah ketiadaan, Fahmi kembali menata diri. Berdamai dengan hati dan mencoba bangkit. Tapi bagaimana caranya, Fahmi justru tidak tahu. Menangis pun bukan jadi solusinya saat itu.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top