Daerah

Ini yang Dilakukan Masyarakat Kampung Buya Hamka untuk Pererat Kebersamaan

Batung Panjang, Prokabar — Ramadan tidak hanya sekedar bulan ibadah puasa bagi umat muslim. Bahkan mampu menjadi momentum pengikat erat jalinan hati yang sempat terputus sebelumnya. Begitulah yang dilakukan masyarakat Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

Kegiatan dihadiri langsung Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, Walinagari Sungai Batang, Wali Jorong Batung Panjang bersama Ninik Mamak, Alim Ulama, Bundo Kanduang dan pemuda-pemudi. Anak-anak turut meramaikan Mushalla Al Ihsan tersebut.

Menurut Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, sebagai kampung halaman Buya Hamka, sudah saatnya marwah dan jejak ulama besar tersebut. “Saya sangat berharap, kita di sini membangkitkan Keimanan dan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Apalagi perkembangan Islam pernah hidup dan melahirkan ulama-ulama hebat dari sini,” katanya.

Ia melanjutkan melalui Komunita Pemuda Generas Hamka sebagai penggagas dan penggeraknya, bisa bersinergi dengan Alim Ulama, Ninik Mamak, dan Bundo Kanduang. “Saya sangat apresiasi pemuda-pemuda ini. Dan kita seluruh komponen masyarakat harus mendukung dan bersama-sama mewujudkan Kampung Religius Buya Hamka ini,” tuturnya.

Sementara itu, Dasri, salah satu mubalig Sungai Batang menambahkan, melalui berbuka bersama di setiap masjid atau mushalla di 4 tapian Jorong Batung Panjang. “Hal ini menjadi momentum untuk seluruh masyarakat Batung Panjang. Berbuka bersama digagas KPGH ini, Insya Allah mempererat tali silahturahmi masyarakat,” terangnya.

Seiring cita-cita KPGH ini, teringat pesan Buya Hamka di saat ia memberi dakwah di Pekanbaru.

“Ada 3 bentuk Hidayah yang diberikan kepada kita umat manusia. Pertama Hidayah Panca Indra, kedua Hidayah Akal dan ketiga Hidayah Wahyu,” ungkap Dasri.

Ia menjelaskan, Hidayah Panca Indra merupakan rahmat dan nikmat penglihatan, pendengaran, penciuman dan peraba. Hidayah Akal merupakan rahmat penentu membedakan kita dengan makluk lainnya. Akal sebagai alat untuk menjalankan hidup lebih baik. Namun kedua hidayah itu tidak dijalankan sesuai perintah Allah, maka disinilah kebenaran hakiki diabaikan. Terjerumus dengan hawa nafsu duniawi semata.

“Itulah gunanya Wahyu Allah melalui Nabi Muhammad SAW. Mengatur dan mengkontrol penggunaan panca indra dan akal manusia, menjalankan hidup di dunia,” jelasnya.

KPGH selaku generasi penerus sangat tepat menggagas membangkitkan nilai-nilai Islami, sesuai dititipkan Buya Hamka, yang juga menjunjung tinggi Al-Quran sebagai pegangan hidup dirinya. “Kami akan alim ulama, akan terus mendukung pergerakan ini,” pungkasnya. (rud)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top