Ini Tekad Cabup Pessel, Rusma Yul Anwar Terhadap Sektor Pertanian

Penulis -

Kamis, 19 November 2020 - 23:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar — Calon Bupati Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Rusma Yul Anwar jika terpilih pada Pilkada 9 Desember 2020, bertekad membangun sektor pertanian agar mewujudkan ekonomi petani yang lebih baik.

Tekad ini disampaikan oleh Rusma Yul Anwar, saat musim tanam yang digelar Kelompok Banda Tambang Nagari Salido, Kecamatan IV Jurai, Kamis (19/11).

Calon bupati nomor 2 itu, memuji rasa syukur petani Nagari Salido yang masih mempertahankan syukuran memasuki musim tanam.

Rasa syukur merupakan salah satu bentuk ketaatan hamba kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Yang maha menentukan segala apa yang terjadi di dunia ini. “Saya apresiasi kegiatan ini,” ujarnya dengan lembut sambil tersenyum.

Selain mengapresiasi besarnya rasa syukur petani di Kenagarian Salido, Rusma Yul Anwar juga bertekad membangun sektor pertanian. Upaya itu guna mewujudkan ekonomi petani yang lebih baik, ulasnya.

Sadar atau tidak, petani adalah tulang punggung perekonomian daerah. Urat nadi pertumbuhan. Betapa tidak, sektor pertanian penyumbang terbesar dalam Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB).

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Kontribusinya mencapai 40 persen per tahun, meski kini mengalami penurunan menjadi sekitar 30 persen. Bahkan juga tercatat penyerap tenaga kerja paling banyak. Lebih dari 40 persen angkatan kerja di Pessel.

“Kondisi itu berbanding terbalik dengan kehidupan ekonomi petani. Sebagian besar penduduk miskin kita ada di Nagari. Mereka yang menggarap sektor pertanian,” jelasnya.

Karena itu, pemerintah daerah harus menjadikan sektor pertanian sebagai anak emas dari sisi lapangan usaha.
Pengelolaan sektor pertanian tidak boleh setengah hati.

Jika tidak, dikhawatirkan semakin berdampak buruk pada pertumbuhan ekonomi daerah. Potensi pertanian harus digarap secara serius dari hulu hingga hilir.

Penyediaan sarana prasarana produksi pertanian, mesti terlaksana. Kondisi infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan yang memadai di daerah sentra-sentra produksi harus tersedia.

Dengan demikian, memutus mata rantai ekonomi biaya tinggi dalam produksi usaha pertanian. Petani mendapatkan akses pembiayaan permodalan yang murah dan mudah.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Sebab, selain sebagai penyumbang pertumbuhan dan penyerap tenaga kerja paling banyak, sektor pertanian, utamanya tanaman pangan berkaitan erat dengan ketahanan negara.

Kedaulatan negara sangat bergantung pada kedaulatan pangannya. Negara yang kuat adalah negara yang berdaulat pangan. “Jadi, sektor pertanian punya peran strategis bagi negara,” ujarnya lagi.

Pada kesempatan itu, pria yang kini menjabat sebagai wakil bupati itu juga menyinggung program strategis lain. Daerah harus menjamin terlaksananya pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Pendidikan dan kesehatan merupakan urusan wajib bagi daerah dan negara. Bahkan, mencerdaskan kehidupan bangsa tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

Ke depan, ia bersama Rudi Hariyansyah bakal memberikan layanan pendidikan dan kesehatan gratis. Target itu bukan muluk-muluk, selama ada niat, tidak ada yang tidak bisa.

Dengan catatan, pemerintah daerah harus mau menahan syahwat prestise. Memhangun harus sesuai kebutuhan masyarakat, bukan kemauan pimpinan daerah.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Pemda hanya penyelenggara. Intinya, uang rakyat harus kembali pada rakyat. Azaz dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat itu harus terwujud,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Kelompok Tani Batang Tambang Kenagarian Salido, Rizki Fiandi berharap Rusma Yul Anwar mampu mewujudkan kesejahteraan ekonomi petani.

Kelompok Tani Batang menggarap 165 Hektare sawah. Kendala yang dihadapi adalah minimnya irigasi. Kurang tersediannya jalan usaha tani, sehingga biaya produksi menjadi tinggi.

Akibatnya, pendapatan yang diterima petani tidak seimbang dengan biaya yang dikeluarkan. Di lain sisi, harga kebutuhan sehari-hari kian tinggi, apalagi di tengah pandemi.

“Jadi, jika Pak Rusma Yul Anwar dan Pak Rudi Hariyansyah diberi amanah sebagai bupati dan wakil bupati, kami berharap pertanian dapat diperhatikan. Kami optimis, beliau mau dan mampu untuk itu,” tutupnya,(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB