Ini Target Devisa Sektor Pariwisata Indonesia

Penulis -

Selasa, 30 April 2019 - 06:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menargetkan sektor pariwisata Indonesia mampu menghasilkan devisa 17,6 miliar dolar AS atau melampaui devisa dari sawit yang selama ini terbesar.

Menpar Arief Yahya saat menjadi narasumber dalam acara Media Visit di Menara Kompas, Jakarta, Senin (29/4), menjelaskan, pariwisata Indonesia dalam beberapa tahun terakhir tumbuh sebesar 25,68 persen.

“Naik signifikan dari tahun 2018 yang tumbuh 13 persen. Artinya naik dua kali lipat, dan jauh lebih tinggi dari pertumbuhan di ASEAN yang hanya 7 persen,” katanya.

Oleh karena itu, ia menargetkan sektor pariwisata bisa menjadi penghasil devisa terbesar dengan angka proyeksi 17,6 miliar dolar AS. Angka tersebut mengalahkan devisa dari Crude Palm Oil (CPO) sebesar 16 miliar dolar AS.

“Kalau target pencapaian 20 juta wisman pada 2019 belum tercapai, dengan penghasilan devisa pariwisata akan jadi nomor satu, melebihi CPO yang kini devisanya 16 miliar dolar,” katanya

Arief juga menyampaikan untuk mencapai target tersebut Kementerian Pariwisata memiliki tiga strategi pada 2019 yaitu pengembangan pemasaran, pengembangan destinasi, dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) sektor pariwisata.

“Di bidang pemasaran kami 70 persen menggunakan digital. Karena saat ini sudah era digital. Costumer kita juga 70 persen sudah menggunakan digital. Tidak hanya itu, ada juga Crossborder tourism, Low Cost Carrier Terminal, dan Tourism Hub,” ujar Menpar.

Untuk pengembangan destinasi sendiri, pemerintah Indonesia sudah menetapkan 10 destinasi prioritas. Dari 10 destinasi itu 4 telah ditetapkan menjadi destinasi super prioritas yang akan dipercepat pengembangannya, yaitu, Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

“Untuk SDM, pada 2019 kami targetkan ada 500 ribu orang yang tersertifikasi level ASEAN,” ujarnya.

Terkait tantangan dari sektor pariwisata pada 2019, Menpar Arief mengatakan kebijakan tarif di industri penerbangan sangat mempengaruhi sektor pariwisata. Dia berharap ada “price elasticity” atau harga yang fleksibel.

Menurut dia, jika harga tiket untuk penerbangan domestik naik, secara otomatis akan berpengaruh pada permintaan tiket. Turunnya jumlah permintaan tiket tersebut kemudian bisa berdampak pada sektor pariwisata di Indonesia.

“Kalau ingin menaikan tarif jangan langsung besar dan mendadak. Sesuatu yang mendadak dan besar dampaknya relatif tidak bagus apalagi kalau itu kenaikan harga suatu barang atau jasa. Jadi kalau mau naik 100 persen proyeksikan saja naiknya secara bertahap,” ujarnya. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga
50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 21:37 WIB

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB