Ini Tanggapan Kepala BKSDA Sumbar Tentang Konsep Geopark Sianok Maninjau

Penulis -

Selasa, 3 September 2019 - 22:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Kepala BKSDA Provinsi Sumatra Barat, Erly Sukrismanto menjelaskan sesuai Undang-undang nomor 5 tahun 1990 mengatakan pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaanya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainnya. Ia menjelaskan tidak ada masalah dalam pemanfaatan hutan sesuai jenis dan fungsi dari kawasan hutan tersebut. Namun harus tetap mengacu kepada kelestarian kawasan atau eksositemnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Kebetulan di Geopark Ranah Minang terutama di Geosite Agam, terdapat beberapa kawasan yang masuk dalam hutan konservasi. Seperti Cagar Alam Maninjau, Kawasan Singgalang Tandikat dan Kawasan Taman Wisata Merapi. Terkait pengelolaan kawasan tersebut jelas merupakan wewenang kami dan jika sudah masuk kawasan Taman wisata jelas sudah bisa dimanfaatkan untuk pariwisata dikelola bersama pemerintah daerah dan masyarakat. Meski demikian tetap diatur sesuai aturan yang telah disepakati,” tuturnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Kawasan tersebut sudah menjadi satu bagian dari geopark yang tidak hanya terkelola secara mandiri, akan tetapi juga dikelola oleh berbagai pihak namun sesuai kewenangannya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Jika kawasan tersebut masuk di Taman Wisata Alam, maka menjadi kewenangan BKSDA. Sedangkan di Cagar Alam tidak bisa digunakan untuk wisata, namun masih bisa dikelola untuk wisata, tapi kita tetap akan lihat potensi-potensi seperti apa yang bisa dikembangkan di Cagar Alam ini, sesuai dengan fungsinya,” pungkas Erly. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB