Sungai Batang, Prokabar — Keberhasilan Tim gabungan BPBD, Damkar, Satpol PP, PMI Agam dan Basarnas Padang menemukan orang hilang di hutan rimba Malalak-Sungai Batang, tidak lepas dari peran serta masyarakat Malalak dan masyarakat Tanjung Raya.
Di hari ke 4, survivor berhasil diselamatkan dan pertama kali ditemukan Efendi alias Uo Marah (60) bersama kemenakannya Dayat (35). Berkat petunjuk masyarakat Malalak yang telah 3 hari intens dan menemukan baju di dekat sebuah pohon sandaran, Kamis (24/10).
Kedua warga Jorong Batung Panjang tersebut mewakili Komunitas Pemuda Generasi Hamka atau KPGH Tanjung Raya, binaan Camat Handria Asmi. Keberhasilan tersebut adalah ridho Yang Maha Kuasa melalui peran serta komunitas yang baru saja lahir 6 bulan lalu.
“Nagari punya batas daerah, baik batas administrasi atau ulayat. Namun kita tidak punya batas untuk rasa kemanusiaan. Bangga rasanya saya sebagai bagian dari masyarakat Tanjung Raya. Dan bangga juga ikut dalam komunitas ini,” ungkap Handria Asmi.
Usai mengevakuasi Kalidun Datuak Malaka (88) ke Puskesmas Maninjau, Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, Camat Malalak, Ricky Eka Putra disaksikan Tim BPBD, Damkar, Satpol PP, PMI dan KSB Balingka beserta Masyarakat Malalak melakukan serah terima. Orang tua itu langsung dirujuk ke Rumah Sakit Yarsi (Ibnu Sina Bukittinggi).
Camat terbaik 2018 tersebut mengungkapkan semakin yakinnya peran serta komunitas binaannya tersebut sangat tinggi untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Bukan komunitas atau organisasi pemuda yang tidak bisa dianggap remeh lagi. Seperti komunitas yang kebanyakan, usai dilantik tidak ada lagi pergerakan atau kreatif dan inovatif.
KPGH Tanjung Raya saat ini memiliki program humanis dan Agamais. Selain melaksanakan peningkatan ilmu agama Islam berupa tausiah dan halaqah setiap Jumat malam, juga fokus pada pengelolaan dan pembangunan maupun rehap peninggalan ulama besar di sana. Seperti Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, Makam Inyiak Rasul dan Kutub Chanah serta Jenjang Batu Karak merupakan beberapa situs yang sedang serius digarap KPGH Tanjung Raya. Sehingga semakin memiliki daya tarik untuk dikunjungi pelajar dan wisatawan mancanegara.
“Terimakasih atas sumbangsih kawan-kawan semua. Baik komunitas, tokoh masyarakat, ninik mamak maupun masyarakat luas yang telah bahu membahu berpartisipasi pencarian Abo kita,” ujarnya.
Camat Tanjung Raya itu pun meminta maaf, selama dua hari pencarian tidak bisa ikut mendampingi. Karena ada tugas yang lebih berat yang tidak dapat ditinggalkannya.
“Semoga Allah membalas semua kebaikan kita dengan imbalan amal berlimpat ganda. Tetaplah semangat dan terus berbuat yang terbaik. Untuk masyarakat dan Kecamatan Tanjung Raya,” pungkasnya. (rud)
















