Ini Sosok Pria Tua Pengrajin Kain Bugis Di Sekolah Tenun Lintau

Penulis -

Selasa, 9 April 2019 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prokabar, Tanah Datar — Ada pemandangan yang berbeda di sekolah tenun Lintau saat dikunjungi oleh istri Wakil Presiden RI yang juga ketua dekranas, Mufidah Kalla, senin (8/4). Dari sekian puluh orang siswa sekolah tenun, dan masih berusia muda, terselip seorang pria tua yang dengan cekatan mengolah benang untuk menjadi kain.

Muslim, itu nama pria berusia 84 tahun tersebut. Karena berbeda usia dengan penenun lainnya, sontak saja ia menjadi pusat perhatian tamu undangan dan pasukan pengamanan kunjungan RI 4  yang bersiap siaga di dalam gedung sekolah tenun.  Dengan alat tenun yang sederhana dan terbilang tua, jari jemari serta kaki muslim masih terlihat lincah dalam mengolah benang untuk menjadi sehelai kain bugis.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“ Dulu alat tenun ini milik adik saya, karena tidak dipakai lagi dikasih kesaya,” ujar Muslim.

Mata Muslim-pun masih terlihat terang, untuk pria seumurnya. Bagaimana tidak, disaat benang yang ia tenun kusut, ia sama sekali tidak meminta bantuan ke siswa lainnya, melainkan membetulkannya secara mandiri.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Muslim berkisah,  ia mulai belajar dan menekuni usaha tenun sejak tahun 1962 silam dari salah satu pengrajin tenun Silungkang di Kabupaten Sijunjung. Namun, usahanya tersebut sempat terhenti pada tahun 1985 karena sesuatu hal. Saat ini, Muslim kembali merintis dan mengembangkan keahlian yang ia miliki seiring dengan berdirinya sekolah tenun Lintau.

“ ini telah tiga puluhan tahun absen menenun, baru akan memulai lagi” ucap Muslim sembari tertawa.

Jika diusia muda, Muslim mampu memperoduksi 4 helai kain busi dalam satu hari, namun kini Muslim mengaku  hanya mampu memproduksi satu helai kain bugis saja dalam satu hari. Harapan terbesarnya, dari sekolah tenun Lintau akan lahir pengrajin kain bugis yang baru. Pasalnya, untuk saat ini sangat sulit ditemui pengrajin kain bugis tradisional, terutama yang diproduksi oleh anak anak muda.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“ Kalau bisa, adalah generasi baru. Anak anak muda yang bias menenun. Kain bugis ini langka,” tutup Muslim. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB