Ini Solusi Bagi Jamaah Haji yang Ingin Bawa Barang Berlebih

Penulis -

Selasa, 20 Agustus 2019 - 07:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jeddah, Prokabar — Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Jeddah-Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019, Arsyad Hidayat menegaskan kembali bahwa jemaah haji hanya diperkenankan membawa barang seberat 32 kilogram di tas koper dan 7 kilogram di tas kabin. Jemaah tidak boleh coba-coba menyimpan air zamzam di dalam koper bagasi karena pasti akan ketahuan.

“Kalau ketahuan pasti akan dibuka, ketika dibuka, justru kita khawatir barang-barang yang lain milik jemaah ikut terbuang, sehingga ada barang yang hilang,” kata Arsyad kepada dilansir dari Media Center Haji (MCH), Selasa (20/8).

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Diakui Arsyad pihaknya tidak menyiapkan pelayanan penanganan barang kelebihan yang terpaksa ditinggal di bandara. Sebab, PPIH telah mengingatkan kepada jemaah haji semenjak di pondokan atau hotelnya masing-masing untuk tidak membawa barang berlebih.

Bagi jemaah yang membawa pulang banyak barang, Arsyad menyarankan untuk mengirimkan lewat perusahaan kargo jauh-jauh hari sebelum kepulangan. Sehingga barang bawaan telah tiba di rumah ketika jemaah sampai di Tanah Air atau bisa juga berbarengan.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Bahkan sudah kita sampaikan bahwa di setiap hotel sudah banyak yang menawarkan jasa, artinya kalau ada barang lebih segera kirimkan via kargo,” katanya.

Arsyad juga meminta bantuan kepada seluruh petugas kloter, termasuk ketua rombongan maupun ketua regu untuk bisa mengingatkan seluruh jemaah haji terkait aturan barang bawaan yang ditetapkan oleh maskapai.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Menurutnya, pihak maskapai mempunyai pertimbangan-pertimbangan khususnya yang berhubungan dengan keselamatan jiwa penumpang yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

“Tolong ini menjadi perhatian jemaah haji Indonesia supaya proses pemulangan di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, juga mungkin di Bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz Madinah berjalan lancar, tidak ada kendala, tidak ada masalah, sehingga prosesnya bisa berjalan lebih cepat,” katanya. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB