Lubuk Basung, Prokabar – Ninik Mamak merupakan pemimpin tertinggi dalam kekerabatan matrilineal suku Minangkabau. Peranan dalam sebuah keluarga saparuik (se-ibu), menekankan ia bertanggung jawap mengayomi ibu, adik-adik perempuan beserta kemenakannya (ponakan) .
Di sudut lain, ia juga seorang ayah yang wajib menafkaihi dan membimbing anak-anaknya. Namun idealisnya, peranan sebagai seorang ayah dan mamak mulai pudar dan tidak lagi seimbang. Hal tersebut menjadi dilema sosial bagi tatanan kehidupan masyarakat Minang saat ini.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Agam, Indra Catri berharap kepada seluruh Walinagari Se-Kabupaten Agam untuk lebih menfokuskan persoalan sosial tersebut. Karena Pemerintahan Nagari sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Daerah dalam menuntaskan segala persoalan yang terjadi saat ini.
Perubahan sosial mengakibatkan lemahnya kontrol sosial, membuat gejolak perubahan prilaku dan etika kepada anak-anak beserta kemenakan. Ditambahlagi perkembangan teknologi dengan kuatnya budaya buruk dari negara asing, memperparah tatanan nilai-nilai luhur budaya minang, mulai rusak.
“Melalui bangunan baru Kantor walinagari Lubuk Basung ini, harus ditingkatkan pertemuan dan rapat-rapat antara Ninik Mamak dan Pemerintahan nagari, sehingga segala permasalahan dapat diatasai. Apalagi kita harus terus melakukan kotrol sosial melalui peraturan nagari, yang dapat memperkuat tatanan kehidupan sosial, sesuai nilai-nilai budaya kita,” ungkap Indra Catri.
Kita contohkan saja, lanjutnya, program Agam menyemai bukan sekedar tanam menanam semata. Melainkan kita yang sudah membangun jalan di depan kita ini, hendaknya dapat ditanami pepohonan rindang dan sejuk untuk dilewati. Anak-anak kita yang tidak seharusnya menggunakan sepeda motor, sudah bisa berjalan kaki atau bersepeda bersama-sama. Sehingga “Cakak bacakak” tidak terjadi lagi di kampung halaman kita, kenapa? Karena mereka sudah saling mengenal dan menjalin persaudaraan,” terangnya.
Kantor walinagari ini, hendaknya menjadi rumah kedua bagi seluruh pemuka Adat dan pemuka masyarakat lainnya. Dapat bersama-sama memperkuat jalinan komunikasi dan mengatur wilayah dengan peraturan bersama. “Kita sangat gencar mengembangkan destinasi wisata, karena hanya ini potensi untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Agar pariwisata aman dan sesuai nilai-nilai sosial dan budaya, tentu perlu kita atur sehingga wisatawan yang berkunjung dapat mengikuti peraturan yang kita miliki,” pungkasnya (rud).
















