Ini Permintaan KTNA Sumbar Soal Kesejahteraan Petani

Penulis -

Minggu, 24 November 2019 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Sumbar meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mampu melindungi petani.

Ketua KTNA, Oyon Safii, mengungkapkan, kebijakkan yang paling ideal di tengah keterpurukan saat ini pemerintah provinsi mampu mengeluarkan sebuah kibijakkan yang dapat melindungi kesejahteraan petani.

“Seperi perlindungan terhadap komoditi unggulan daerah dari hulu sampai hilir, misalnya,” ungkapnya pada Prokabar di Padang, Rabu (20/11).

Seperti yang diberitakan Prokabar.com sebelumnya, tingkat kesejahteraan petani di Sumbar tercatat pada posisi peringkat lima terendah di Sumatera.

Hal itu terkonfirmasi dari nilai tukar petani (NTP) 95.87, setelah Bandar lambung, 102,09. Kepri, 98,52, Jambi 98,51, Sumatera Utara, 97,89.

Harga yang diterima petani lebih rendah dari harga yang dibayar. Pada triwulan II, indeks harga yang diterima 129,11. Sedangkan indeks harga yang dibayarkan patani 135,63.

Artinya, harga jual hasil produk pertanian yang diterima petani jauh lebih rendah dari biaya kebutuhan hidup sehari-hari yang mereka keluarkan.

Saat ini, lanjutnya, pemicu utama turunnya kesejahteraan petani, utamanya buruh karena ketidakpastian harga komoditi yang dihasilkan petani.

Padahal, produk pertanian seperti kelapa sawit, karet dan gambir merupakan komoditi ekspor. Namun ketimpangan harga di tingkat petani dan pabrik sangat jauh berbeda.

“Nah, kalau ada kebijakkan yang dapat melindungi harga yang diterima petani, tentu kesejahteraan petani kita akan lebih terangkat,” terangnya.

Menurutnya, kehidupan paling parah adalah pada tingkat buruh tani. Padahal, sektor pertanian merupakan penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (tds)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini 5 Laptop ASUS Zenbook Yang Enak Dipakai Kerja Ngebut

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB