Padang, Prokabar — Walikota Padang, Mahyeldi menilai, permasalahan lansia secara garis besar yang ada di Kota Padang menurutnya ada tiga, yakni berkaitan dengan pangan, papan dan kesehatan.
Pertama, Katanya, terkait pangan yaitu seperti kekurangan pangan tidak produktif, lalu kedua perihal papan seperti rumah tidak layak huni atau keluarga miskin serta tentang kesehatan berkaitan tidak memiliki jaminan kesehatan atau keterbatasan akses layanan kesehatan.
Sementara untuk jumlah lansia yang ada di Kota Padang, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang pada tahun 2017, terdapat 36.277 jiwa atau 3,91 persen warga lansia dari total keseluruhan warga Kota Padang.
,”Maka itu kita di Kota Padang konsen dan selalu menyeru untuk merubah ‘maindset’ masyarakat yang menilai lansia hanya pasrah dan tinggal menunggu ajal, dengan mengembalikan semangat lansia. Bahwasanya lansia masih berguna dan berhak menikmati hidup dengan berinteraksi sosial, giatkan program pro lansia,” terangnya.
Mahyeldi pun membeberkan komitmen dan beberapa kebijakan Pemko Padang sekaitan ramah terhadap lansia. Seperti diantaranya memberikan penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) di setiap kecamatan, pelayanan khusus bagi lansia seperti antrian terpisah dan tempat khusus lansia, dan kendaraan umum yang tidak penuh sesak dan tersedia tempat duduk yang diprioritaskan untuk lansia.
Selanjutnya layanan ke rumah (home visit) termasuk layanan kesehatan bagi lansia, memberikan usaha ekonomi produktif (UEP) lansia produktif, lalu pembinaan pemantapan pemahaman bagi kader lansia dan sekaligus melaksanakan Posyandu Lansia di masing-masing Puskesmas.
“Pemko Padang juga telah menyediakan dukungan anggaran lansia melalui Dinas Sosial tahun 2019 lebih kurang sebanyak Rp516.028.000 dan Dinas Kesehatan Kota (DKK) sebesar Rp50 juta. Alhamdulillah kita telah menjadikan jl. Permindo sebagai kawasan ramah disabilitas dan lansia, trotoar ramah lansia dan banyak lagi lainnya. Selain itu kita juga melancarkan Program Singgah Sahur Sederhana (Singgasana), Program 1821 sebagai program ketahanan keluarga dan pembuatan Perda Ketahanan Keluarga (sedang proses),” tukasnya
Atas kepeduliannya, Mahyeldi berpeluang menerima sebuah penghargaan bergengsi dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI di tahun ini.
Hal itu ditandai, setelah dirinya masuk dalam nominator calon penerima penghargaan kesejahteraan sosial lanjut usia (Lansia) tingkat nasional untuk ketegori perseorangan. Selasa (14/5), Mahyeldi dikunjungi tim verifikasi dari Kementerian Sosial yang diketuai Drs. Afrinaldi, M.Si di Rumah Dinasnya jl. A. Yani No.11.
Ketua Tim Verifikasi Afrinaldi, mengatakan ada empat kategori penghargaan yang dinominasikan tahun ini secara nasional, yakni perseorangan, kelompok, keluarga dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) lansia.
“Untuk kategori perseorangan, baik untuk tokoh masyarakat ataupun tokoh nasional, yaitu pimpinan daerah yang berkomitmen mensejahterakan lansia di wilayahnya,” katanya.
Ia menambahkan, tim akan meninjau langsung di lapangan untuk verifikasi atau penilaian.
“Karena kita tidak ingin hanya menerima informasi dari OPD saja, tetapi ingin menyaksikan langsung berbagai program pimpinan daerah untuk Lansia,” ucapnya.
Terkait usulan calon penerima penghargaan, sebutnya, diterima pihaknya sesuai dengan skoring yang diterima, dan salah satu yang dinominasikan adalah Wali Kota Padang, Mahyeldi. (gas)
















