Pessel, Prokabar — Rencana Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), untuk membangun pelabuhan Panasahan Painan, tahun ini batal.
Karena, pemerintah setempat mereview kembali seluruh dokumen yang sudah diajukan ke pemerintah pusat.
“Waktu terus berjalan seluruh dokumen direview, seperti perencanaan DED dengan RAB serta masterpland,” kata Kepala Dinas Perhubungan Pessel, Gunawan kepada wartawan di Painan.
Padahal, pada tahun ini Pemkab Pessel optimis pengembangan pelabuhan penasahan selesai, namun terkendala beberapa dokumen kembali direview dan diusulkan kembali ke pemerintah pusat.
“Ya, seluruh dana yang bakal dikucurkan oleh pemerintah pusat terpaksa distop sementara,” ujarnya.
Jika tidak ada aral melintang, pihaknya bakal mempersiapkan segala bentuk dokumen penting untuk diajukan ke pemerintah pusat.
“Kiti undang pemerintah pusat, provinsi dan KSOP, supaya hasilnya sama dan tidak menyimpang dari apa yang kita rencanakan,” ungkapnya.
Rencana pembangunan pelabuhan ini, kata Gunawan, dengan panjang 70 meter den lebar 50 luas tanah 13 hektare dan anggaran sekitar 60 miliar.
Padahal, tahun ini pemerintah pusat sudah menyediakan anggaran Rp37 miliar dan sisinya Rp23 miliar pada tahun 2020.
“Kami berkeyakinan jika seluruh dokumen diterima pemerintah pusat maka pembangunan pelabuhan ini bakal dibangun pada tahun 2020,” ujarnya bagi.
Tujuan pelabuhan ini dibangun, ungkap Gunawan, menjadikan pelabuhan go internasional artinya semua komoditi lewat jalur laut tetap singgah di pelabuhan penasahan setelah pelabuhan Taluk Bayur, Padang, tutupnya. (min)
















