Ini Penyebab Kasus Kekerasan Anak di Pessel Tertinggi Kedua di Sumbar

Penulis -

Jumat, 12 April 2019 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Sejak dua tahun terakhir, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), kedua tertinggi terkait kasus kekerasan terhadap anak di Sumatera Barat setalah Kota Padang.

Kepala Dinas Sosial Pessel, Zulfian Afrianto mengatakan, tingginya masalah kekerasan dan pelecehan pada anak di daerah itu lebih disebabkan tiga faktor.

“Pertama akibat rendahnya sumber daya manusia korban, sehingga rentan dapat perlakuan tak layak,” ungkapnya pada wartawan baru-baru ini di Painan.

Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) menyatakan wilayah Sumatera Barat berada pada zona merah atau darurat kasus kekerasan dan pelecehan anak.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berdasarkan data Dinas Sosial Pessel, pada 2017, angka kekerasan dan pelecehan terhadap anak tercatat sebanyak 168 kasus.

Sedangkan sepanjang 2018 berjumlah 162 kasus. Kedua, lanjutnya, karena persoalan ekonomi. Mayoritas korban adalah masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Kemudian yang ketiga adalah minimnya nilai-nilai keagamaan pada diri pelaku. Anak-anak yang seharusnya mendapat bimbingan dan perhatian kini justeru mereka lecehkan.

“Padahal anak adalah titipan dari Sang Pencipta, sekaligus generasi penerus bangsa. Ini sangat kita sayangkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Untuk menekan kasus kekerasan pada anak, pemerintah daerah membentuk Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di tiap kecamatan.

Melakukan sosialisasi dampak negatif dan hukuman bagi pelaku kekerasan terhadap anak. Kegiatan itu dilakukan mulai tingkat nagari hingga ke sekolah-sekolah.

Membentuk P2TP2A sebagai lembaga yang memfasilitasi dan mendampingi korban pelecehan dan kekerasan mulai dari pelaporan hingga persidangan.

“Untuk sosialisasi, pemerintah daerah tahun ini menyiapkan anggaran Rp115 juta. Meski minim, tapi kami tetap akan bekerja secara optimal,” tegasnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Ia juga mengakui, dari sekian banyak kasus hanya beberapa tersangka saja yang telah mendapat keputusan hukum tetap dari pengadilan.

Sejau ini proses hukum terhadap pelaku terkendala karena tidak adanya saksi. Akibatnya, proses penyidikkan menjadi lama. Bahkan ada juga yang bebas.

Kendati demikian, ia menambahkan, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan penegak hukum. “Kami juga imbau warga agar jangan takut menjadi saksi,” tutupnya.(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB