Ini Penyebab Batalnya Penggantian Lampara Dasar Di Pessel

Penulis -

Minggu, 23 Juni 2019 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar — Rencana penggantian alat tangkap jenis lampara dasar di Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), batal terlaksana karena tidak ditemukan kesepakatan.

“Tahun ini kami dari kabupaten telah menganggarkan Rp2,4 miliar dan pemerintah provinsi Rp2,5 miliar dan sebanyak 113 milik nelayan, untuk mengganti alat tangkap ilegal itu direkomendasikan namun gagal terlaksana,” kata Kepala Dinas Perikanan Pessel, Andi Syafinal.

Ia menjelaskan, alat tangkap lampara dasar berbentuk persegi empat dan pada bagian tengah agak lebar, terdiri dari sayap dan kantong menggelembung. Pengunaannya berpotensi merusak terumbu karang, rumput laut hingga berdampak buruk terhadap perkembangbiakan ikan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Padahal di awal 2018 pihaknya bersama dengan Dinas Kelautan Sumatera Barat dan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) II Padang telah memberi nelayan setempat tenggat waktu untuk tetap mengoperasikan lampara dasar jelang diganti di awal tahun ini.

“Rencana penggantian alat tangkap juga sudah kami sosialisasikan, namun ketika akan dilaksanakan nelayan menolaknya,” ujarnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Sesuai rencana alat tangkap lampara dasar akan diganti dengan alat tangkap yang direkomendasikan sehingga nelayan tetap melaut tanpa merusak lingkungan.

Menyikapi hal itu pihaknya bersama dengan Dinas Kelautan Sumatera Barat dan Lantamal II Padang akan membuka pos bersama untuk menindak nelayan yang nekat menggunakan lampara dasar.

“Pos bersama akan segera dibuka sebagai komitmen dalam menjaga laut, jika ditemukan nelayan yang bandel maka akan ditindak tegas,” katanya lagi.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Pengoperasian lampara dasar di Kecamatan Linggo Sari Baganti sudah berlangsung sejak lama, dan sejak beberapa tahun terakhir keberadaannya membuat kekisruhan antarnelayan di kecamatan setempat.

Kekisruhan tersebut memuncak pada awal 2018, akibatnya dua unit kapal yang mengoperasikan alat tangkap lampara dasar dibakar, menenangkan situasi waktu itu Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni langsung turun ke lokasi, tutupnya. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB