Padang, Prokabar – Tekanan darah tinggi dan diabetes merupakan penyakit yang mendominasi calon haji embarkasi Padang
Hal it berdasarkan hasil pendataan bidang kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang, Sumatera Barat selama penyelenggaraan haji 2018 ini.
“Dari 14 kloter yang telah berangkat yang paling banyak hipertensi (tekanan darah tinggi) dan diabetes, ini disebabkan gaya hidup yang kurang sehat,” kata Kepala Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Padang dr Jalil Alfani, Rabu (1/8).
Menurut dia mengantisipasi hal itu semua jamaah yang sakit telah dibekali obat pribadi sehingga ketika ada keluhan dapat langsung meminumnya.
“Sejak awal saat berangkat dari daerah masing-masing sudah disiapkan obat untuk persediaan 40 hari, namun kami tetap menyediakan jika ada yang membutuhkan,” katanya.
Ia mengingatkan jamaah yang memiliki penyakit agar menjaga kesehatan dan tidak melakukan aktivitas yang terlalu menyita fisik sehingga menjadi kelelahan.
Ia juga mengingatkan calon haji agar memperbanyak minum air mencegah terjadinya kekurangan cairan.
Sebelumnya satu calon haji Embarkasi Padang kloter 13 atas nama Syahrizal Sawir asal Kabupaten Padang Pariaman ditunda keberangkatannya karena tiba di Asrama Haji mengalami penyempitan pembuluh darah.
Jalil mengatakan yang bersangkutan sudah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang dan jika kondisinya dinyatakan layak terbang bisa diberangkatkan.
Sementara pada Selasa pukul 22.05 WIB sebanyak 393 calon haji kloter 14 telah bertolak ke Mekkah dari Bandara Internasional Minangkabau.
Kloter 14 berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota 302 orang, Kabupaten Solok Selatan 37 orang, Kota Padang 46 orang, lima petugas haji dan tiga petugas daerah.
Jamaah termuda kloter 14 atas nama Muhammad Fauzan usia 27 tahun dan tertua Mirna Malik usia 83 tahun
Hingga saat ini jumlah calon haji Embarkasi Padang yang tiba di Tanah Suci sebanyak 13 kloter berjumlah 5.081 terdiri atas 2.107 pria dan 2.974 wanita.
Total calon jamaah haji yang berangkat melalui embarkasi Padang pada 2018 berjumlah 6.367 terdiri atas 17 kelompok terbang.
Dari 6.367 orang tersebut sebanyak 4.646 orang berasal dari Sumbar dan 1.641 orang Bengkulu serta didampingi 80 petugas haji. (*/mbb)
















