Selebritis

Ini Penjelasan Yayasan Puteri Indonesia Terkait Dua Finalisnya Yang Terlibat Jaringan Prostitusi Online

Salah satu pelaku mucikari yang terlibat prostitusi online

Jakarta, Prokabar – Pihak kepolisian akhirnya mengungkap enam nama lengkap artis yang disebut-sebut terlibat jaringan prostitusi artis.

Seperti yang disampaikan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, nama artis yang sudah teridentifikasi, yaitu inisial AC, TP, BS, ML dan RF, serta tambahan satu artis FG yang diduga kuat terlibat jaringan prostitusi.

Kelimanya, adalah Aldiena Cena atau Sundari Indira, Tiara Permatasari, Baby Shu, Maulia Lestari, Riri Febianti, dan Fatya Ginanjarsari.

Dari keenam nama tersebut, Maulia Lestari dan Fatya Ginanjarsari disebut sebagai mantan Puteri Indonesia.

Maulia merupaka finalis Puteri Indonesia yang mewakili Provinsi Jambi di tahun 2016. Sementara Fatya Ginanjarsari mewakili Provinsi Kalimantan Utara di tahun 2017.

Dari informasi tersebut, Yayasan Puteri Indonesia memberikan penjelasan terkait pemberitaan yang beredar. Seperti yang diterima Prokabar.com, Mega Angkasa sebagai Ketua Bidang Komunikasi YPI membuat pernyataan resmi.

“Finalis Kalimantan Utara 2017, Fatya Ginanjarsari telah di PECAT pada tahun 20118 lalu karena melanggar kontrak finalis PI yaitu mengikuti ajang internasional tanpa mendapat izin dari YPU, dan tidak diperkenankan untuk menggubakan atribut finalis Puteri Indonesia untuk kepentingan apapun,” tulis Mega

Sementara untuk finalis Puteri Indonesia Maulia Lestari yang juga diduga terlibat kasus prostitusi online, YPI menyatakan bahwa saat ini statusnya sudah habis kontrak. Sehingga segala pemberitaan terkait dengan dirinya, tidak ada urusan lagi dengan Yayasan Puteri Indonesia.

“Finalis Jambi 2016, Maulia Lestari telah berakhir masa kontraknya bulan Maret 2018 lalu, dan mulai hari ini BUKAN merupakan bagian dari keluarga besar YPI, dan selanjutnya tidak diperkenankan untuk menggunakan atribut PI untuk kepentingan apapun,” tulis Mega Angkasa.

Kasus dugaan prostitusi yang melibatkan dua orang finalis Puteri Indonesia ini bisa dianggap sebagai tindakan pencemaran nama baik Yayasan Puteri Indonesia. Dan jika terdapat hal yang merugikan, YPI tidak segan untuk melakukan tindakan hukum.

“Atas hal-hal yang merugikan nama baik YPI. Pihak YPI berhak untuk melakukan tindakan hukum terkait dengan pencemaran nama baik YPI,” tutup rilis tersebut. (beb)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top