Ini Penjelasan BPOM Terkait Makanan dari Tiongkok Mengandung Virus Corona

Penulis -

Selasa, 11 Februari 2020 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Sehubungan dengan beredarnya informasi melalui media daring mengenai adanya produk makanan dalam kemasan dari Tiongkok yang diduga mengandung Virus Corona, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) memberikan penjelasan.

Badan POM menemukan bahwa informasi yang beredar tersebut merupakan modifikasi dari isu (hoaks) lama terkait kandungan dan virus HIV dalam makanan kaleng impor dengan beberapa penggantian redaksi dikaitkan dengan isu Virus Corona yang saat ini tengah mencuat.

Badan POM telah memberikan klarifikasi terkait hoaks lama tersebut dengan judul Klarifikasi Badan POM RI tentang Pemberitaan Produk Pangan yang Tidak Aman Dikonsumsi Karena Mengandung Darah dan Virus HIV yang dipublikasikan pada tanggal 12 November 2014 melalui website www.pom.go.id.

“Virus Corona merupakan jenis virus yang tidak mampu bertahan hidup lama jika berada di luar host/inang (makhluk hidup) karena virus memerlukan host/inang tersebut untuk kelangsungan hidupnya,” katanya seperti yang dikutip  Selasa (11/2) di website resmi pom.go.id.

Lanjutnya, makanan kaleng yang diproduksi secara komersial merupakan pangan steril komersial yang telah mendapat perlakuan menggunakan suhu tinggi, sedangkan Virus Corona tidak dapat bertahan pada suhu di atas 56°C selama 30 menit. Dengan begitu, informasi yang beredar tersebut adalah HOAKS yang menyesatkan.

Badan POM terus melakukan evaluasi terhadap keamanan, mutu, dan gizi produk pangan impor sebelum diedarkan di wilayah Indonesia (pre-market evaluation), serta secara rutin melakukan pengawasan terhadap produk pangan yang beredar di wilayah Indonesia (post-market control).

Masyarakat diimbau agar tidak mudah terprovokasi dan tidak menyebarluaskan berita/isu terkait makanan dan kemasan pangan yang belum terbukti kebenarannya. Badan POM terus memantau dan menindaklanjuti isu ini serta akan terus memperbarui informasi sesuai data terbaru.

Jika masyarakat menemukan produk yang mencurigakan atau ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, hubungi Contact Center HALO BPOM 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, WhatsApp 0811-9181-533, e-mail: [email protected], Twitter @BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026

Rabu, 14 Okt 2026 - 19:04 WIB