Pasaman, Prokabar — Ternak jangkrik, sedang digandrungi beberapa masyarakat Lubuk Sikaping. Peluang usaha ini, cukup menjanjikan, sehinga, tidak satu atau dua orang yang menjalankan usaha ini, tapi banyak mulai berkembang.
Salah satunya dilakoni, Roy alias Mak Roy. Warga Pasar Lama, Lubuk Sikaping ini, mulai merintis usaha ternak jangrik beberapa bulan belakangan. Setidaknya, 26 kotak jangkrik ukuran panjang 2,5 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 50 cm, media tempat beternak dan pembesaran telur sudah berdiri gagah gubuk usahanya.
“Baru dua bulan ini saya merintis. Hasilnya, lumayan. Konsumen terbantu, saya tertolong,” kata Mak Roy, saat ditemui Prokabar.
Diakui Mak Roy, karena tergolong baru memulai usaha, penjualan jangkrik ini masih di dalam Pasaman. Sasarannya, para penghobi dan pemilik burung.
“Alhamdulillah, sekilo jangkrik dewasa itu penjualan Rp60 ribu. Ini saja, terkadang masih terjadi kelangkaan jangkrik di Pasaman. Padahal peternak cukup banyak,” jelas Mak Roy.
Perihal modal, untuk peluang usaha ini, tidak begitu membutuhkan banyak biaya. Hanya ratusan ribu rupiah, masyarakat yang ingin membuka usaha serupa sudah bisa menjalankannya.
“Saya mulai dari dua kotak, lalu tiga kotak dan bertambah terus. Yang berat itu bukan biaya memulai usaha, namun lokasi yang harus luas,” tukas Mak Roy. (*/Ola)
















