Tanah Datar, Prokabar – Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tamizi menyerahkan bantuan serta santunan kepada korban banjir bandang Tanjung Bonai, Lintau Buo Utara, kamis (18/10). Didampingi oleh kepala BPBD Tanah Datar, Thamrin B, bantuan yang diberikan senilai 5 juta rupiah untuk korban meninggal dunia, dan 10 juta rupiah untuk korban yang rumahnya hancur oleh bencana banjir bandang.
Dalam sambutannya, bupati mengatakan jika Bantuan korban banjir bandang wajib direalisasikan seiring dengan akan berakhirnya masa tanggap darurat pada tanggal 18 oktober 2018.
” Penyerahan bantuan ini diberikan kepada korban meninggal dunia dan kepada KK yang rumahnya tidak bisa ditempati lagi. Bantuan bukan dari Bupati, melainkan dari donatur atau masyarakat yang menyalurkan bantuannya kepada posko utama bencana alam,” ucap Bupati.
Bantuan diberikan kepada enam korban meninggal dunia, dan dua diantaranya dari kabupaten 50 kota. Berdasarkan data posko utama bencana, terdapat 5 kepala keluarga yang rumahnya saat ini tidak lagi bisa untuk ditempati, seperti rumah milik Firdaus, M Ali, Iswati, Malius, dan Yendrizal.
” Bantuan diberikan untuk saudara kita yang meninggal dunia 6 orang, 4 diantaranya warga Tanjung Bonai, dan 2 pasangan suami istri dari kabupaten 50 Kota,” ujar Bupati.
Bupati, menambahkan jika masyarakat tidak perlu khawatir dengan bantuan yang saat ini ada di posko utama bencana alam. Meski nominal yang diterima korban bencana tidak sebanding dengan banyaknya bantuan yang diterima, namnn bantuan tersebut nantinya juga diperuntukan untuk keperluan bersama, khususnya bagi korban banjir bandang.
” InsyaAllah, seluruh bantuan yang masuk akan kita usahakan untuk memulihkan daerah yang terdampak. saya sangat berharap, nanti tidak ada kata yang muncul kenapa uang tidak dibagikan kepada kami,” tuturnya dihadapan penerima bantuan.
Selain itu, pemerintah daerah mengaku tidak akan lepas tangan dengan musibah yang terjadi. Kedepannya, juga akan dilakukan tahap rekon dan pemulihan pasca bencana.
” kita membutuhkan posko untuk mencari informasi dan menerima serta menyerahkan bantuan. di lokasi posko ada piket setiap hari dari BPBF, camat, dan walinagari. Posko ini akan berakhir sampai situasi dianggap pulih,” tutup Bupati.(eym)
















