Ini Layanan Bus Salawat yang Bisa Dinikmati Jemaah

Penulis -

Minggu, 14 Juli 2019 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mekkah, Prokabar — Jemaah haji Indonesia akan mulai memasuki Kota Mekah pada Minggu, (14/7)  Untuk itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang transportasi telah melakukan simulasi layanan bus salawat (salat lima waktu), di Mekah.

“Kemarin simulasi angkutan salawat mulai dari depan Kantor Daerah Kerja Mekah menuju terminal Syeib Amir,” jelas Kabid Transportasi PPIH Asep Subhana, Minggu (14/7)

Dalam simulasi tersebut, disiapkan lima unit bus salawat yang telah terpasang stiker bertuliskan “Indonesia”.

Simulasi ini juga melibatkan seluruh petugas transportasi yang akan melayani jemaah selama berada di kota Mekah. Menurut Asep, pada musim haji 1440H/2019M ini pemerintah menyediakan 450 unit bus salawat yang akan beroperasi selama 24 jam.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Akan ada sembilan rute bus salawat yang beroperasi selama 24 jam yang akan mengantar jemaah dari pondokan ke masjidil haram, dan sebaliknya,” ungkap Asep.

Bus yang berkapasitas sekitar 70 penumpang ini juga dilengkapi air conditioner (AC), tombol darurat pembuka pintu, GPS, serta alat pemecah kaca. Dalam bus ini juga tersedia soket usb di dinding-dinding bus dekat tempat duduk penumpang yang bisa dimanfaatkan jemaah untuk mengisi daya ponsel maupun gadgetnya.

Ia juga menyampaikan, pada tahun ini layanan bus salawat dapat dinikmati oleh seluruh jemaah haji Indonesia tanpa terkecuali. “Tahun ini jemaah akan menggunakan bus langsung dari hotel ke terminal di sekitar Masjidil Haram. Bila tahun sebelumnya ada beberapa rute yang mengharuskan jemaah berpindah bus untuk sampai ke masjidil haram, maka tahun ini sudah tidak ada lagi,” ujar Asep.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Layanan transportasi bus salawat bagi jemaah haji pada tahun ini melibatkan dua operator bus. Pertama, bus salawat Saptco  yang akan melayani lima rute, masing-masing dengan nomor stiker bus nomor 4 yang mengakhiri perjalanan di terminal Bab Ali, dan bus bernomor 5, 6, 7, serta 9 yang akan mengakhiri perjalanan di terminal Syib Amir. Bus salawat ini memiliki ciri  berwana merah.

Kedua, bus salawat Rawahil yang akan melayani empat rute, masing-masing dengan nomor stiker bus nomor 8 dan 10 yang akan mengakhiri perjalanan di terminal Syib Amir,  serta bus bernomor 11 dan 12 yang akan mengakhiri perjalanan di terminal Jiad. Bus salawat ini memiliki ciri bercat warna hijau.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Meski jumlah bus salawat yang disediakan sudah cukup banyak, untuk menghindari penumpukan penumpang, Asep mengimbau jemaah untuk dapat datang lebih dini bila ingin salat fardhu di Masjidil Haram.

“Pada saat ingin salat berjemaah di Masjidil Haram, wajib datang lebih dini, jangan mendekati waktu adzan. Sehingga tidak berebut dengan jemaah lain dan nyaman di Masjidil Haram,” pesan Asep.

Hal ini juga bertujuan untuk menghindari terjadinya kemacetan di jalur menuju terminal. Begitu juga ketika ingin kembali ke pemondokan usai salat fardhu, Asep mengimbau agar jemaah dapat bergiliran meninggalkan Masjidil Haram. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB