Ini Langkah Pemerintah Tekan Defisit

Penulis -

Senin, 11 November 2019 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa fokus pemerintah ke depan adalah bagaimana bisa menekan sekecil mungkin, mengurangi sebanyak mungkin angka defisit yang ada. Pada saat bersamaan kita bisa memperbesar surplus neraca perdagangan kita dengan menggenjot ekspor dan juga pengembangan sektor pariwisata yang mendatangkan devisa.

“Dalam menekan defisit saya mengingatkan lagi agar para menteri untuk konsentrasi pada langkah-langkah terobosan untuk mengurangi angka impor kita, baik itu impor BBM yang menjadi penyumbang defisit terbesar,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas tentang Penguatan Neraca Perdagangan, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/11).

Oleh sebab itu, menurut Presiden, pembangunan kilang harus menjadi prioritas dan lifting produksi minyak di dalam negeri juga harus terus kita tingkatkan. Termasuk di dalamnya adalah pengolahan energi baru terbarukan seperti B20, untuk segera bisa masuk ke B30, lalu B100, sehingga dapat mengurangi ketergantungan kita pada impor BBM.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Investasi yang dilakukan di sektor industri substitusi impor, lanjut Presiden, juga harus terus dibuka lebar sehingga barang-barang substitusi impor ini bisa mengganti produk-produk impor yang selama ini kita lakukan. Termasuk pengembangan industri pengolahan, yang ini bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tapi juga memastikan bahwa produk-produk yang dibutuhkan di dalam negeri dan juga diekspor bisa diproduksi di dalam negeri.

Presiden Jokowi juga ingin mengingatkan mengenai kandungan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) pada proyek-proyek pemerintah. “Ini mungkin sudah beberapa bulan tidak saya singgung tapi sekali lagi, optimalisasi kandungan TKDN harus kita optimalkan pada poyek-proyek pemerintah,” tegas Presiden.

Sementara terkait dengan peningkatan ekspor, Presiden Jokowi minta fokus mengenai penyelesaian perjanjian perdagangan.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Saya kemarin sudah perintahkan ke Pak Menteri Perdagangan untuk secara khusus menugaskan Wamen, Ibu Menteri Luar Negeri juga menugaskan khusus Wamen, agar perjanjian perdagangan dengan negara-negara potensial yang menjadi tujuan ekspor kita, segera bisa kita selesaikan,” tegas Presiden.

Yang kedua, juga peningkatan ekspor pada pasar-pasar non-tradisional yang selama ini belum  diperhatikan, terutama di Afrika, di Asia Selatan, dan juga di kawasan-kawasan Indo Pasifik.

Yang ketiga, yang berkaitan dengan ekspor yaitu promosi. Menurut Presiden, pembenahan promosi, pameran-pameran ke luar negeri yang sudah bolak-balik disampaikannya, baik promosi produk-produk ekspor maupun promosi pariwisata dan investasi, agar betul-betul kuat membangun sebuah brand image yang baik dan terintegrasi. Sehingga betul-betul pameran yang kita lakukan bisa mendapatkan manfaat.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Sekali lagi, kalau mau pameran itu yang gede sekalian. Saya ingatkan, yang dulu-dulu pameran hanya menghabiskan anggaran. Pameran di sebuah expo besar tetapi stan kita ada di dekat toilet. Jangan diulang lagi, sudah, itu setop. Lebih baik enggak usah pameran kalau yang ada seperti itu.

Kalau mau pameran ya yang gede sekalian,” tutur Presiden.

Menurut Presiden, sebaiknya disiapkan setahun sebelumnya secara baik, sehingga saat pameran betul-betul akan menguatkan brand imageIndonesia terhadap baik pembeli maupun wisatawan yang ingin datang ke negara kita.

Yang terakhir, Presiden minta juga penguatan sumber daya manusia secara besar-besaran di dalam memperkuat ekspansi dan ekspor di sektor jasa. Jangan lupa kita punya unicorn, punya decacorn yang sudah merambah ke luar negeri. (*/hdp)

 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB