Pasaman, Prokabar — Penyakit Masyarakat (Pekat) Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender alias LGBT benar-benar membuat pemerintah sibuk. Mengantisipasi bahkan sampai mengkaji apa benar yang bisa dilakukan jika pelakunya berhasil diamankan petugas.
Tidak dipungkri, Pekat ini telah menyerang kota-kota besar di Sumatera Barat. Namun di Pasaman, Pekat ini cukup jarang ditemukan.
Jangankan itu, Pekat serupa zina atau PSK sangat jarang ditemukan di Pasaman.
“Kita beruntung di Pasaman, tidak ada kafe-kafe karaoke seperti di kota besar, tidak ada sudut kota yang gelap atau areal serupa yang mengundang terjadinya Pekat. Inilah salah satu alasan mengapa di Pasaman kasus Pekat yang berbau seksual jarang terjadi. Kalaupun itu ada, sesekali, itupun tidak separah di kota besar,” kata Kasatpol PP Damkar Pasaman, Asmadi, Selasa (13/11).
Diakui Asmadi, saat ini pemerintah lebih fokus memberantas kenakalan remaja. Terutama mereka yang hobi mabuk lem ataupun obat batuk.
“Selain itu, kami bersama instansi terkait juga giat melakukan himbauan untuk remaja kita agar tidak terserang LGBT. Di Pasaman, insyallah masyarakat kita masih memegang kuat dan menerapkan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Asmadi. (Ola)
















