Trending | News | Daerah | Covid-19

Nasional

Ini Klarifikasi Kemenkeu Terkait Foto Menkeu Menggunakan Topi Kalimat Tauhid

Dibaca : 305

Jakarta, Prokabar — Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melakukan kunjungan kerja di daerah terdampak bencana di Palu pada Rabu (24/10) lalu. Dalam kunjungannya Menkeu menyerahkan bantuan donasi dari pegawai dan Dharma Wanita Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp2,5 miliar kepada para korban bencana alam di Palu.

Pada kesempatan yang sama, Menkeu juga menyampaikan donasi sebesar Rp591 juta dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah naungan Kemenkeu.

Saat mendatangi beberapa daerah yang terdampak gempa dan tsunami, Menkeu juga berinteraksi dengan warga sekitar. Namun, beredar foto yang memperlihatkan Menkeu tengah memakai topi berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid dengan berswa-foto dengan warga.

Terkait dengan hal ini, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Nufransa Wira Sakti, menceritakan pengalamannya, yang juga turut serta dalam rombongan kegiatan kunjungan kerja tersebut.

“Foto tersebut diambil ketika Menteri Keuangan RI meninjau lokasi penampungan korban gempa di Desa Vatitela, Mantikulore,” jelas Kepala Biro KLI melalui rilis yang diterima Jumat (26/10).

Kepala Biro KLI menjelaskan detil kronologi dari foto tersebut. “Setelah selesai berdialog dengan warga, beberapa ibu dan remaja putri mengajak Menkeu untuk foto selfie. Salah satu remaja putri memberikan dan meminta untuk memakai topi tersebut kepada Menteri Keuangan dan mengajak foto bersama. Menteri Keuangan secara spontan menerima ajakan tersebut sebagai bagian keramahtamahan beliau sebagai public figure,” paparnya.

Ia pun menegaskan, bahwa tidak ada niat apapun dari Menkeu untuk berfoto dengan menggunakan topi tersebut.

“Tidak ada maksud dan niat apapun dalam pemakaian topi tersebut selain menyambut baik ajakan foto bersama. Selesai dialog dan foto bersama, Menkeu melakukan door stop dengan media yang hadir. Menteri Keuangan sangat menyesalkan apabila ada pihak yang memanfaatkan dan menyalah-gunakan interaksi sosial dan ramah tamah dengan masyarakat tersebut untuk tujuan lain,” tegasnya. (*/hdp)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top