Daerah

Ini Kisah Sukses Husein Ajarkan Bahasa Inggris di Tanah Datar


“Sempat ditolak tokoh masyarakat Tanah Datar, dikira minta sumbangan hingga biayai sendiri untuk ajarkan Bahasa Inggris.”

Tanah Datar, Prokabar – Mengenal dan mempelajari bahasa inggris bagi anak anak yang tinggal jauh dari pusat kota, mungkin hanya sebatas mimpi. Selain harus menempuh jarak yang cukup jauh, dan mesti mengeluarkan rupiah untuk biaya kursus, tentunya akan menjadi beban, terutama bagi orang tua sang anak yang hidup dengan ekonomi pas pasan.

Kini, mimpi anak-anak tersebut dapat terwujud setelah seorang pemuda, M Husein yang bernaung dalam sebuah yayasan Sumatera Volunteer memberikan dan mengenalkan pendidikan Bahasa Inggris kepada anak-anak tersebut. Pengenalan bahasa international itu, diberikan secara cuma-cuma, alias gratis.

Untuk memantapkan Bahasa Inggris yang dipelajari, anak-anak bahkan bisa secara langsung berinteraksi dengan “bule” yang sengaja didatangkan Husein dari berbagai negara, seperti Belanda, Spanyol, Italia dan beberapa negara lainnya. Tentunya kedatangan para “bule bule” ini ke Luhak Nan Tuo setelah Husein bekerjasama dengan universitas tempat orang asing tersebut menimba ilmu.

Niat mencerdaskan anak nagari oleh Husein dengan metode pendidikan akar rumput atau metode yang meletakan anak-anak sebagai subjek dimana program yang diajarkan, tergantung dari minat anak-anak, sehingga potensi anak dapat dimaksimalkan.

 

Kini, metode pendidikan akar rumput mengantarkan Husein sebagai nominasi pemuda pelopor tahun 2019 mewakili Sumatera Barat di tingkat nasional. Secara tidak langsung, prestasi tersebut juga mengharumkam nama Tanah Datar di kancah nasional.

Dibalik prestasi yang ia peroleh, tersimpan segenggam harapan kepada pemerintah daerah, terutama pemerintah daerah Kabupaten Tanah Datar.

Menurut Husein, sebagai anak muda ia sangat membutuhkan dukungan moril maupun materil. Pasalnya, untuk menjalankan program pendidikan gratis itu ia hanya berjalan sendiri dan membiayainya sendiri pula.

“Yang dibutuhkan anak muda dewasa ini adalah ruang dan support moril. Finansial tentu juga penting tapi hal ini bisa diusahakan secara bersama-sama. Karena dengan dukungan moril inilah semangat anak-anak muda dalam hal positif semakin berkobar, ” ucap Husein.

Husein juga berkisah, pertama kepulangannya ke Tanah Datar tahun 2014 lalu, ia mengunjungi beberapa orang tokoh Tanah Datar dan memberikan ide program, namun mirisnya ditolak, mungkin dikira minta sumbangan.

“Baru saja memberikan ide program, saya sudah ditolak, karena dianggap saya hanya minta sumbangan dana yang padahal saya tidak butuh dana dari mereka, tapi yang saya butuhkan adalah support moril karena kondisinya waktu itu saya baru pulang kampung. Dan kini, saya bersyukur akan hal itu, semangat saya tidak goyah semoga saya bisa berbuat lebih banyak lagi,” katanya.

“Yang selama ini kami lakukan masih minim support dari pemerintah, baik itu secara moril maupun materil. Seluruh program kami biayai sendiri karena kami ingin mandiri, berdikari dan ingin menjadikan yayasan ini bebas dari politik dan unsur kepentingan. Biarlah menjadi program yang benar-benar murni berguna kepada sesama,” harap Husein

Husein berharap, semoga, dengan hasil yang telah diraih sejauh ini dari Pemuda pelopor, gaung dari yayasan Sumatera Volunteer semakin didengar, dan dapat memantik kepedulian terhadap pendidikan generasi penerus, dan bersama-sama membawa negeri ini ke arah yang lebih baik dan lebih humanis. Basamo mako manjadi. (eym)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top