Daerah

Ini Kata Pengamat Seputar Pengusulan Wakil Walikota Padang

Dibaca : 284

Padang, Prokabar – Walikota Padang Hendri Septa, telah 21 hari menjabat sebagai Walikota Definitif oleh Gubernur Sumbar pada 7 April lalu. Tiga pekan berlalu, teka teki seputar siapa Wakil Walikota yang mendampingi, masih “dingin”, dan belum terlihat ada tanda-tanda ada pengusulan ke DPRD Kota Padang.

Pengamat politik UNES, Riswanto Bakhtiar menyebut, dalam aturan, pengusulan Wakil Walikota Padang diajukan Ke DPRD Padang minimal enam bulan sesudah pelantikan.

Kendala terjadi karena dibutuhkan kesepahaman diantara dua partai pengusung Mahyeldi – Hendri Septa, yakni PKS dan PAN.

“Memang secara etika Politik tentu ketika Hendri Septa naik menjadi Walikota Padang, seiring terpilih dan terlantiknya Mahyeldi sebagai Gubernur Sumatera Barat, tentu yang paling berhak adalah PKS. Namun diatas kertas khan tidak semudah pada kenyataannya,”sebut Riswanto (26/4).

Ditambahkannya, kesepaham bersama antara dua parpol pengusung ini yang dalam perjalanannya sulit didapatkan. Sehingga pengusulan Wakil Walikota menjadi berlarut-larut. Pengusulan ke DPRD Padang sendiri bisa satu calon atau dua calon, yang ditandatangani oleh ketua dari masing masing parpol pengusung.

Sementara itu Pengamat Politik Unand Andri Rusta menyebut inisiatif dari pengusulan Calon Wakil Walikota yang akan diusung itu paling memungkinkan akan ditindaklanjuti, jika Hendri Septa sebagai Ketua DPD PAN Kota Padang yang bergerak aktif menginisiasi secara langsung percepatan pengusulan Ke DPRD Padang.

“Posisi Hendri Septa sangat strategis, mempercepat pengusulan, melalui komunikasi politik yang dibangun oleh dirinya sebagai Ketua DPD PAN Kota Padang,” sebut pengamat 39 tahun ini (25/4).

Sementara terpisah, dalam sebuah diskusi ringan, anggota DPRD Padang, Muhidi, mengakui jika dirinya masuk dalam tiga besar yang diusulkan ke DPP PKS.

Namun hingga saat ini, mantan Ketua DPD PKS Kota Padang, yang juga politisi senior PKS ini, mengakui, dirinya bersifat pasif, dan memilih lebih banyak menunggu dibukanya komunikasi politik antara PKS dengan PAN.

“Setahu saya hingga saat ini, masih dingin, belum ada komunikasi politik lanjutan,” tambah pendiri Partai Keadilan ini.

Sementara Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang Mastilizal Aye menyebut, dirinya memperkirakan, DPP kedua partai politik pengusung memilih menanti “sowan” dari calon-calon yang ada, yang berminat maju dalam pencalonan Wakil Walikota Padang,” sebut politisi 52 tahun ini.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top