Ini Kata MUI Pessel, Soal Pembakaran Bendera Kalimat Tauhid

Penulis -

Selasa, 23 Oktober 2018 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) ikut mengecam insiden pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid, yang terekam dalam video viral belakangan ini.

Sebab, pembakaran itu tidak hanya bisa memecah satu kelompok atau golongan, tapi bisa memicu masalah besar antar agama Islam.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Dalam kesempatan ini, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pessel, Buya Afrizal mengatakan, tindakan pembakaran bendera tersebut, sangat melecehkan kesaktian kalimat dalam Islam, dan tidak bermoral untuk dipercontohkan.

Menurutnya, pihaknya tidak hanya sebatas mengecam, bahkan menyuarakan agar pemerintah bersikap responsif dan menindaklanjuti peristiwa itu.

“Kalau membakar bendera, yang di dalamnya kalimat tauhid, itu sangat salah total. Karena kalimat itu, kalimat tauhid dan sakral dalam agama Islam,” ujarnya dengan nada tegas.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Andainya, yang salah itu hanya aliran atau orang yang memakainya. Yang pasti, bendera atau kalimat itu tidak salah. Jadi jika orangnya yang salah, harus orangnya yang tindak,” ujarnya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Seyogiyanya, bendera itu tercecer jangan dibakar, ya disimpan, kalau dibakar, berarti sudah sama melecehkan kalimat tauhid itu sendiri,” ulasnya.

Harusnya orang pelakunya yang dipanggil, diklarifikasi. Kalau dia salah, diadili karena kita ada di negara hukum yang menjunjung tinggi nilai Pancasila, tutupnya,(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB