Ini Kata KADIN Soal Beroperasinya Pembangkit Tahap 1 SEML

Penulis -

Rabu, 18 Desember 2019 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) mengapresiasi dimulainya pengoperasian pembangkit tahap 1 PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML).

Ketua Umum KADIN Sumbar, Ramal Saleh menyampaikan dengan adanya tambahan suplai itu semakin menambah surplus energi di daerah itu.

“Jadi, tidak ada lagi istilah mati lampu atau defisit saat beban puncak,” ungkapnya pada Prokabar di Padang, Rabu (18/12).

Seperti diberitakan Prokabar, kapastitas terpasang listrik di Sumbar bertambah sebesar 85 MW, seiring masuknya pasokan dari (SEML).

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Salah satu sumber energi primer yang berasal dari panas bumi (geo thermal) itu kini secara resmi telah tersambung pada sistem Jaringan Sumatera.

Perusahaan patungan PT Supreme Energy, ENGIE (Perancis) dan Sumitomo Coporation (Jepang) itu resmi memulai operasi komersil pembangkit tahap 1 di Solok Selatan.

Produksi itu diyakini mampu menyuplai kebutuhan listrik sebanyak 340 ribu rumah tangga di Sumbar.

Supreme Energy sebelumnya memulai studi pendahuluan proyek pengembangan PLTP Muara Laboh di 2008.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) pada 2012 dan diikuti proses eksplorasi. Total investasi pengembangan tahap-1 mencapai US$ 580 juta.

Selanjutnya, untuk tahap 2 dengan kapasitas 65 MW, perusahaan tengah berdiskusi bersama PLN dan Kementerian ESDM.

Investasi yang bakal dikucurkan sekitar US$ 400 juta. Kegiatan bakal dimulai setelah negosiasi jual beli listrik dengan PLN selesai.

Kelebihan sumber energi itu, lanjut Ramal Saleh, merupakan peluang bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Selama ini, persoalan dunia usaha di Sumbar adalah susahnya pasoklan energi. “Jadi, dari data yang saya dapat, surplus kita sekarang bisa mencapai 200 MW,” terangnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sementara, Chairman &Founder Supreme Energy, Supramu Santosa mengatakan pengembangan adalah bukti komitmen perseroan dan mitra internasional pada energi panas bumi di Indonesia.

Komitmen itu juga sejalan dengan rencana bauran energi di 2025 yang direncanakan pemerintah.

“Kami sangat menghargai dukungan yang kuat dan berkesinambungan dari Pemerintah, PLN dan masyarakat Solok Selatan,” tutupnya. (tds)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB