Tanah Datar, Prokabar – Pasca bencana banjir bandang di Tanjung Bonai, Lintau Buo Utara, Balai Wilayah Sungai Sumatera V mengatakan jika perlu dilakukan normalisasi terhadap daerah aliran sungai. Normaliasi ini dilakukan agar aliran sungai dan lumpur yang terbawa oleh arus banjir nantinya tidak meluber ke pemukiman warga seperti sekarang ini. Jika lumpur tersebut tidak dibersihkan dikhawatirkan, lumpur tersebut berpotensi menutup badan jalan.
“Kalau ini (lokasi bencana) masih menjadi hulu dari sungai. Jadi normalisasi dilakukan agar alirannya tidak meluber kebagian yang bukan daerah aliran. Ketebalan lumpur masih sekitar 30 sampai 40 centimeter. Lumpur ini merupakan lumpur yang mengandung humus organik yang banyak mengandung air,” ucap Revalina Hardianto, Akademisi Politeknik Negeri Padang yang juga diperbantukan ke Balai Sungai Wilayah Sumatera IV.

Menurut pihak Balai Sungai, juga perlu adanya perbaikan terhadap alur sungai agar tidak runtuh. Pasalnya daerah di sepanjang aliran sungai kondisinya tanahnya saat ini dalam keadaan lunak. Selain itu juga perlu dilakukan perbaikan pada bagian kiri kanan alur sungai dengan pemasangan batu bronjong.
“Melihat topografi bagian yang menjadi dampak bencana (tepi sungai) kini agak landai. Kalau di hulu agak curam dan lembahnya itu dalam sehingga lumpur itu masih berada di alur sungai. Tetapi pas memasuki daerah yang landai, lumpur akan meluber. Untuk itu perlu alurnya diperbaiki dan diperdalam. Kemudian bagian kiri kanan diperkuat dengan pemasangan batu bronjong. Saya kira ini yang perlu kita lakukan terlebih dahulu,” tambah revalina.
Perbaikan daerah aliran Sungai Tuar akan dilakukan sepanjang 200 hingga 300 meter kebagian hulu dan dan 100 meter kebagian hilir. Hal ini, karena sebagian daerah sungai telah memiliki lembah yang cukup dalam dan tidak akan terlalu berdampak terhadap masyrakat jika sewaktu waktu terjadi bencana kembali.
“Kalau saya lihat, normalisasi tidak terlalu panjang. Begitu menyeberang jalan, aliran telah masuk ke alur sungai dengan lembahnya sudah cukup dalam. Kemudian disebelah sana (bagian seberang jalan dari hulu) pemukiman warga tidak terlalu banyak, jika ada ancaman, lebih kepada alamnya bukan kepada masyrakat,” tutupnya. (eym)
















