Ini Jumlah Besaran Anggaran Pilkada 2020 Sesuai NPHD Di Padang Pariaman

Penulis -

Selasa, 15 Oktober 2019 - 07:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Parit Malintang, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan KPU Padang Pariaman akhirnya sepakat menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Padang Pariaman, kemarin (14/10).

Penandatanganan NPHD itu dilakukan setelah kedua pihak tersebut menyepakati anggaran Pilkada 2020 sebesar Rp25 Milyar. Awalnya, Ketua KPU Padang Pariaman, Zulnaidi sempat menolak menandatangani NPHD karena besaran anggaran yang disetujui tidak sesuai dengan usulan awalnya Rp 34 miliar.

Kebutuhan penyelenggaraan Pilkada 2020 di Padang Pariaman mengalami peningkatan, karena jumlah nagari di Padang Pariaman bertambah sebanyak 43 nagari. Sebelumnya jumlah nagari hanya 60 nagari, namun karena terjadinya pemekaran nagari menjadi 103 nagari.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Kami sangat memahami kondisi APBD Padang Pariaman sehingga tidak mau membebani lagi namun kami dipesan oleh Ketua KPU RI untuk tidak menandatangani NPHD jika anggaran yang disetujui jauh dari usulan yang diajukan,” kata Zulnaidi.

Ketua KPU itu juga sempat berunding dengan sejumlah komisioner KPU Padang Pariaman lainnya di lobi kantor Bupati Padang Pariaman. Mereka melanjutkan perundingan dengan Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni serta Sekkab Jonpriadi. Titik terang pun didapatkan, sehingga sepakat untuk menandatangani NPHD tersebut.

“Dalam NPHD itu kan sudah dijelaskan tentang addendum jika anggarannya tidak mencukupi. Kalau pemahaman saya, addendum tersebut bisa menjadi landasan penambahan anggaran jika memang kebutuhan pelaksanaan pilkada kurang nantinya,” ujar Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni didampingi Sekkab Jonpriadi.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Penjelasan itulah tampaknya membuat KPU bersedia menandatangani NPHD. Ditambah lagi, Ali Mukhni turut memastikan bahwa penetapan anggaran pilkada tidak bersifat kaku.

“Penganggaran pilkada ini bersifat fleksibel. Kalau memang anggaran kurang, kita pasti menambahnya. Sebab pilkada ini marwah daerah. Kita tentu ingin berlangsung baik dan sukses,” terangnya usai menandatangani NPHD dengan Zulnaidi.

Terlebih lagi, imbuhnya, pilkada di tahun 2020 berlangsung serentak di seluruh Indonesia. Menurutnya, daerah yang tidak melaksanakan pilkada dengan baik dan sukses, sudah tentu mendapat perhatian skala nasional.

“Kita ingin pilkada Padang Pariaman menjadi yang terbaik di Indonesia, karena kita ingin mendapatkan bupati dan wakil bupati yang terbaik juga nantinya. Artinya, kita ingin mendapatkam kepala daerah yang bisa melanjutkan dan semakin memajukan Padang Pariaman,” tegas Bupati Padang Pariaman.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Sementara it, Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman, Aprinaldi, menambahkan bulan Oktober sebenarnya sudah masuk tahapan pembahasan. Menurutnya beragam isu telah berkembang di masyarakat. Khususnya menyangkut kejelasan pelaksanaan pilkada. Untuk itu, pihaknya berharap pelaksanaan pilkada Padang Pariaman berjalan sukses.

“Terkait anggaran untuk pilkada 2020, DPRD Padang Pariaman belum membahas APBD 2020. Jadi kita berharap segala kendala harus kita musyawarahkan sehingga pilkada bisa sukses nantinya,” terang Aprinaldi.

Penandatanganan NPHD juga turut dihadiri Ketua dan Komisioner Bawaslu, Komisioner KPU, Sekretariat KPU dan Pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Padang Pariaman. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB