Daerah

Ini Jenis Benda Bersejarah yang Ditemukan di Sungai Batang Sibinail, Kecamatan Rao Selatan

Dibaca : 520

Pasaman, Prokabar — Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat turun gunung ke Pasaman, Sabtu (28/9). Penuh ketelitian tim menelisik benda diduga bersejarah di Sungai Batang Sibinail Kampung Padang Nunang, Nagari Lubuk Layang, Kecamatan Rao Selatan yang ditemukan pemuda setempat, Jumat (27/9).

Kepala BPCB Sumatera Barat, Nurmatias memastikan, benda tersebut adalah asli peninggalang bersejarah. Dimana benda itu dari masa Hindu-Budha berjenis makara.

“Makara dapat diartikan sebagai hiasan. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari berbentuk ikan berkepala gajah yang dikenal dengan sebutan gaja-mina. Ada juga makara lainnya dimana bentuknya merupakan gabungan dua hewan mitologi yang dibumbui dengan variasi ukiran tertentu. Pada zamannya, makara ini dijumpai pada bangunan-bangunan candi khususnya pada pipi tangga, gapura, pintu, relung, dan pancuran ari sebagai hiasan. Adanya makara ini dipercayai untuk penolak bala,” kata Nurmatias.

Dilanjutkan Fitriadi, tim BPCB Sumatera Barat yang turun ke lapangan, makara yang baru ditemukan ini diduga kuat peninggalan dari abad ke-13 sampai dengan 14 Masehi. “Kesimpulan sementara itu,” kata Fitriadi.

Dilanjutkan Fitriadi, secara umum, makara yang ditemukan ini adalah makara gaja mina
berukuran tinggi sekitar 95 cm. Terbuat dari bahan sandstone alias batu pasir yang banyak ditemukan di aliran Sungai Batang Sibinail.

Dari morfologi, makara yang baru ditemukan ini berbentuk kepala binatang dengan mulut terbuka lebar. Pada bagian samping digambarkan lengkungan belalai gajah yang dihiasi motif flora, bagian atas bulat membentuk ukel ke bawah. Penggambaran mata terkesan mata sipit dan telinga melengkung menyerupai kipas. Di atas makhluk yang berada di dalam mulut dipahatkan bentuk bunga dan benangsari. Pada sisi kiri dan kanan, terdapat beberapa motif hias sulur-suluran berbentuk lingkaran menyerupai kipas. Pada bagian dalam mulutnya, terlihat pengambaran figur manusia yang sedang memegang senjata di tangan kanan dan perisai di tangan kiri dan posisi berdiri.

“Banyak macam makara ini. Biasanya makara dipahatkan bersama-sama dengan kepala kala dan diletakkan pada bagian pintu masuk baik di kanan kiri maupun ambang pintu masuk candi, pada relung candi, dan di ujung pipi tangga candi,” tukas Fitriadi. (Ola)

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top